• Cerita
  • Mengenal Pesut Mahakam, Si Manikam dari Kalimantan
Cerita

Mengenal Pesut Mahakam, Si Manikam dari Kalimantan

Pesut Mahakam adalah lumba-lumba air tawar yang hidup di Sungai Mahakam, Kaltim. Kenapa keberadaan mamalia ini penting?

pesut mahakam
Pesut Mahakam. (Dokumentasi Yayasan Konservasi RASI)

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba air tawar yang hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Bentuk pesut mirip lumba-lumba dengan bibir yang terlihat seperti tersenyum.

Dengan bentuk bibir melengkung itu, pesut kerap disebut sebagai the smiling dolphin. Bedanya dengan lumba-lumba, moncong pesut tidak panjang seperti laiknya lumba-lumba. Kepala pesut melengkung tumpul.

Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) mencatat, pesut merupakan nama lokal lumba-lumba air tawar di Kaltim. Istilah pesut diambil dari suara yang muncul dari lubang napas mamalia ini saat muncul ke permukaan air untuk mengambil udara dan menyemburkan air.

Panjang pesut dewasa sekitar 2-2,7 meter dengan berat maksimal 150 kilogram. Biasanya, pesut jantan lebih besar dari pesut betina. Kulitnya seperti lumba-lumba yang licin berwarna abu-abu.

Di dunia, lumba-lumba air tawar dikenal sebagai Irrawaddy dolphin. Mereka disebut sebagai lumba-lumba sungai fakultatif. Sebab, spesies ini ditemukan di dua habitat, yakni daerah pesisir dan tiga sungai besar, antara lain Sungai Mahakam (Indonesia), Mekong (Vietnam, Laos, Cambodia), dan Ayeyarwaddy (Myanmar).

Sejumlah lumba-lumba air tawar pun ditemukan di Bangladesh dan India. Menurut sejumlah catatan, fenomena alam diperkirakan yang membuat pesut hidup di daerah pesisir dan sungai. Pada zaman es terakhir terjadi perubahan derastis pada lautan dan daratan.

Kenapa jenis lumba-lumba ada di air tawar?

Tak seperti lumba-lumba yang hidup di laut, pesut Mahakam tinggal di air tawar. Menurut sejumlah catatan, fenomena alam diperkirakan membuat pesut yang semula hidup di air asin menjadi hidup di sungai.

Seperti kita ketahui bersama, pada zaman es terakhir terjadi perubahan drastis pada lautan dan daratan. Pada masa itu diperkirakan sejumlah lumba-lumba yang semula di hidup di air asin “terjebak” di sungai.

Hal itu membuat mereka berevolusi seiring perubahan waktu dan menyesuaikan dengan lingkungan baru. Itulah yang kemudian membuat pesut memakan ikan air tawar dan bertahan hidup di Sungai Mahakam.

Dari catatan yang dikumpulkan Yayasan RASI, pesut Mahakam diperkirakan tersisa 67 individu pada 2023. Lantaran terdapat kematian lima pesut sepanjang 2024, diperkirakan jumlah pesut hari ini mengalami penurunan. Angka terakhir itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 yang berjumlah 80 individu (Kompas.id, 14/2/2020).

Data terbaru masih dihitung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim, bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak dan Yayasan Konservasi RASI dengan memastikan angka kelahiran dan kematian pesut.

Pentingnya keberadaan pesut

Informasi dan ciri-ciri umum pesut Mahakam. (Dokumentasi Yayasan Konservasi RASI)
Informasi dan ciri-ciri umum pesut Mahakam. (Dokumentasi Yayasan Konservasi RASI)

Peneliti di Yayasan Konservasi RASI, Danielle Kreb, menyatakan pesut Mahakam punya peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem Sungai Mahakam (Kompas, 28/6/2024). Pesut, mamalia air tawar endemik Kalimantan Timur, punya kebiasaan unik dalam berenang.

Mereka sering melakukan gerakan vertikal yang mengaduk air di sekitar mereka. Akibatnya, fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan terangkat ke permukaan yang menghasilkan oksigen dan menjadi sumber makanan bagi zooplankton.

Zooplankton kemudian menjadi santapan ikan-ikan kecil, yang pada gilirannya menjadi makanan ikan yang lebih besar. Begitu seterusnya. Dengan demikian, karakter berenang pesut berperan dalam rantai makanan.

Selain itu, sebagai predator puncak, pesut turut menjaga keseimbangan populasi ikan di ekosistem Sungai Mahakam. Jika populasi pesut menurun drastis, maka akan terjadi ledakan populasi ikan-ikan yang biasanya jadi makanan pesut lantaran predatornya berkurang.

Jika demikian, ikan-ikan yang lebih kecil terancam hilang karena pemangsanya bertambah pesat. Keseimbangan ekosistem dan keberagaman hayati akan terganggu.

Dampaknya, tangkapan ikan nelayan tidak beragam. Sumber protein untuk manusia di sekitar Sungai Mahakam pun berpotensi berkurang dan tidak beragam.

Dengan penjelasan tersebut, kematian dan kelahiran pesut adalah sesuatu yang penting bagi kehidupan, setidaknya di sekitar Sungai Mahakam. Sebab, hamil pesut betina cukup lama, yakni 9-14 bulan. Dalam tiga tahun, pesut betina hanya mampu melahirkan satu bayi pesut.

Sumber:

  1. Pesut, Lumba-lumba yang Tersenyum dari Sungai Mahakam (Kompas.id, 26 Nov 2024)
  2. Zat Berbahaya dan Mikroplastik Ditemukan di Tubuh Pesut Mahakam yang Mati pada 2024
  3. Yayasan Konservasi RASI
Picture of Propublika.id
Propublika.id
Portal berita dan cerita rintisan yang didirikan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 2022. Sesuai namanya, kami berupaya menyajikan informasi relevan bagi publik. Selengkapnya lihat laman Tentang Kami.
Bagikan
Berikan Komentar