• Cerita
  • Intip Sukses Warga Kampung Dumaring Berau Jaga Karst Purba Sekaligus Cetak Cuan
Cerita

Intip Sukses Warga Kampung Dumaring Berau Jaga Karst Purba Sekaligus Cetak Cuan

Menengok Geosite Batu Gamping Dumaring Berau: Bukti nyata konservasi alam purba bisa berjalan seiring kemakmuran warga.

Kondisi vegetasi di sekitar Taman Gua Dumaring, Berau, Kamis (9/7/2026). Objek geowisata berbasis pemberdayaan masyarakat ini menjadi andalan warga Kampung Dumaring dalam menjaga ekosistem karst berusia jutaan tahun sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. (Foto : kaltimprov.go.id)

BERAU – Masyarakat Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, membuktikan bahwa pelestarian alam mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Melalui pengelolaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), warga setempat sukses meraup nilai ekonomi hingga Rp800 juta dari pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.

Keberhasilan ekonomi berbasis konservasi ini ditinjau langsung oleh Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat saat mengunjungi Geosite Batu Gamping Dumaring, Kamis (9/7/2026).

Koordinator Program Kolaborasi dan Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring, Nandang Muliana, menjelaskan bahwa batugamping purba di kawasan tersebut memiliki peran krusial. Batuan yang diperkirakan berusia sekitar 11 hingga 3 juta tahun itu tidak hanya bernilai geologi tinggi, tetapi juga menjadi penopang utama ekosistem hutan karst.

“Batugamping menjadi penyangga keberlangsungan hutan karst sekaligus mendukung kehidupan berbagai flora dan fauna di kawasan ini,” ujar Nandang.

Dalam praktiknya, warga membudidayakan berbagai bibit tanaman bernilai tinggi seperti ulin, mangrove, dan kapur tanpa merusak ekosistem. Selain sektor perhutanan sosial, masyarakat juga menggenjot potensi wisata alam melalui objek Taman Gua Dumaring.

Destinasi ini menawarkan pengalaman geowisata berbasis alam dengan konsep open trip. Konsep tersebut mengedepankan edukasi, pelestarian lingkungan, serta melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam pengelolaannya.

Pengembangan kawasan Geosite Dumaring terlaksana berkat sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian warisan geologi, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Capaian di Geosite Dumaring menjadi bukti nyata bahwa konsep geopark tidak melulu fokus pada pelestarian kekayaan geologi. Konsep ini mampu menghadirkan keseimbangan ideal antara konservasi lingkungan, pengembangan pariwisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar