BALIKPAPAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat dinamika positif pada sektor pariwisata dan mobilitas penduduk di Kaltim sepanjang Juli 2026. Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menunjukkan angka yang cukup tinggi, sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) relatif stabil.
Kunjungan wisman ke Kaltim pada Juli 2026 tercatat sebanyak 998 kunjungan. Angka tersebut hanya turun tipis sebanyak tujuh kunjungan jika dibandingkan dengan Juni 2026 yang mencapai 1.005 kunjungan.
Wisatawan asal Brunei Darussalam mendominasi kunjungan wisman pada Juli dengan kontribusi sebesar 30 persen, disusul Malaysia sebesar 23 persen, dan Tiongkok sebesar 6 persen.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas)—warga Indonesia asal Kaltim yang kembali dari luar negeri melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan—tercatat sebanyak 4.570 perjalanan.
Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 7.902 perjalanan. Mas’ud menyebut lonjakan pada Juni dipengaruhi oleh puncak gelombang kepulangan jemaah haji.
“Perjalanan wisnus meningkat. Namun untuk wisnas ada penurunan yang sifatnya musiman, khususnya karena pembanding bulan sebelumnya ada momentum kepulangan haji. Jadi ini masih sangat wajar,” terang Mas’ud dikutip dari laman kaltimprov.go.id.
Di sisi lain, mobilitas wisnus yang melakukan perjalanan domestik tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 442.585 perjalanan. Tiga daerah asal dengan pergerakan wisnus tertinggi didominasi oleh Kota Samarinda sebesar 25,21 persen, Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 19,92 persen, dan Kota Balikpapan sebesar 18,56 persen.
Mas’ud menambahkan, tingkat kunjungan wisman ke Kaltim cenderung konsisten dan konsisten berada pada angka kisaran 1.000 kunjungan per bulan.
“Untuk wisatawan mancanegara cenderung stabil, hampir di angka 1.000 per bulan,” pungkasnya.
Baca juga :
