BALIKPAPAN – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menyosialisasikan pembukaan pendaftaran Beasiswa Tahap II Tahun 2026 di kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kota Balikpapan, Selasa (14/07/2026). Dalam sosialisasi ini, LPDP membawa angin segar berupa pelonggaran persyaratan bahasa Inggris guna memperluas jangkauan pertambahan talenta dari luar Pulau Jawa.
Pendaftaran yang dibuka sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026 ini menghadirkan perubahan kebijakan yang dinilai sangat berpihak pada pendaftar daerah, khususnya kelompok afirmasi. Salah satu gebrakan utama adalah pembebasan syarat sertifikat bahasa asing bagi pelamar yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari kampus tujuan, baik untuk kategori afirmasi maupun non-afirmasi (umum).
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi kendala klasik yang kerap dihadapi masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses lembaga sertifikasi bahasa standar internasional.
“Kami memberikan kemudahan akses. Bagi yang belum memiliki LoA Unconditional, opsi sertifikat bahasa Inggris kini bisa menggunakan hasil tes dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri terdekat, tidak harus lembaga asing yang mahal dan sulit dijangkau. Bahkan untuk jalur umum tujuan luar negeri, kami mulai membuka opsi sertifikasi menggunakan Duolingo,” terang Albertus di hadapan 200 akademisi dan mahasiswa yang memadati Auditorium Lantai 3 Gedung A ITK.

Keseimbangan STEM dan SHARE
Selain mempermudah syarat bahasa, LPDP menetapkan porsi besar bagi pengembangan bidang sains dan teknologi. Namun, LPDP memastikan tetap menjaga keseimbangan kuota untuk sektor humaniora.
Pada seleksi Tahap II ini, program difokuskan pada dua skema utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis—yang mencakup pangan, energi, pertahanan, kesehatan, semikonduktor, hingga kecerdasan artifisial (AI)—serta Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
“ITK menjadi lokasi penting karena bidang STEM diakui sebagai dasar dari inovasi sebuah negara. Saat ini kebijakan LPDP memang mendominasi kuota 70 hingga 80 persen untuk STEM. Namun, kesempatan untuk bidang SHARE tetap kami jaga sebagai penyeimbang yang berakar pada nilai etika dan konteks sosial masyarakat kita,” tambah Albertus.
Peningkatan inklusivitas ini juga ditandai dengan bertambahnya daftar kampus target. LPDP memperluas daftar Universitas Unggulan dari semula hanya 17 kampus kini menjadi 31 universitas, dengan tambahan 14 kampus top dunia yang spesifik memiliki reputasi unggul di bidang STEM.

Investasi Berkelanjutan untuk SDM Daerah
Rektor ITK, Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., menyambut optimistis langkah LPDP yang turun langsung ke Balikpapan. Menurutnya, program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan di era transformasi digital.
“Di era perubahan yang bergerak sangat cepat, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan adaptabilitas tinggi. Kesempatan memperoleh beasiswa LPDP ini merupakan jalan bagi putra-putri daerah di Kalimantan untuk bersaing di level global,” ujar Prof. Agus.
Hingga 30 Juni 2026, total Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang dikelola LPDP telah menembus angka Rp195,81 triliun setelah mendapatkan tambahan alokasi sebesar Rp15 triliun. Sejak pertama kali digulirkan pada 2013 hingga Mei 2026, program ini telah membiayai 58.749 penerima beasiswa, dengan 34.334 di antaranya telah lulus dan mengabdi kembali di tanah air.
Bagi masyarakat Kalimantan Timur dan sekitarnya yang ingin mengajukan pendaftaran, seluruh proses seleksi Beasiswa LPDP Tahap II 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP hingga batas akhir penutupan pada 31 Juli mendatang.
Baca juga :
