BALIKPAPAN – Persebaya Surabaya menuntaskan pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/27. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, pencegahan cedera, serta menjaga ritme permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pelatih Fisik Persebaya, Diogo Carvalho, mengatakan program latihan selama di Thailand tetap berpegang pada metodologi yang sebelumnya diterapkan ketika tim berlatih di Surabaya.
“Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera,” kata pelatih asal Portugal itu.
Namun, terdapat perbedaan pada volume latihan dan frekuensi sesi. Menurut Diogo, padatnya agenda selama pemusatan latihan membuat beban latihan pemain disesuaikan dengan jadwal pertandingan.
“Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session. Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan,” ujar Diogo Carvalho.
Peningkatan kondisi fisik menjadi salah satu hasil yang ingin dibawa Persebaya dari pemusatan latihan tersebut. Sebelumnya, tim juga telah menjalani rangkaian pramusim yang cukup padat, termasuk perjalanan panjang di Piala Presiden 2026 hingga meraih gelar juara.
Setelah kembali ke Surabaya, Persebaya dijadwalkan mengikuti launching tim di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Setelah itu, tim akan melanjutkan persiapan sebelum menjalani laga perdana Super League 2026/27. Persebaya dijadwalkan menghadapi Bhayangkara FC dalam pertandingan tandang pada pekan pertama.
“Harapan saya, kami bisa mengawali kompetisi dengan langkah yang tepat. Para pemain akan memberikan kemampuan terbaik dan berusaha membuat Bonek dan Bonita bangga,” pungkasnya.
Baca juga:
