• Olahraga
  • Ditahan Imbang PSIS di GBT, Bernardo Tavares Ungkap PR Besar Persebaya Jelang Piala Presiden 2026
Olahraga

Ditahan Imbang PSIS di GBT, Bernardo Tavares Ungkap PR Besar Persebaya Jelang Piala Presiden 2026

Persebaya ditahan imbang PSIS 2-2 di GBT, pelatih Bernardo Tavares evaluasi fisik dan mentalitas bertanding anak asuhnya.

Suasana pertandingan uji coba antara Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Laga ini menjadi bahan evaluasi Bernardo Tavares jelang Piala Presiden 2026. (Foto: Dok. ileague.id)

SURABAYA — Hasil imbang 2-2 yang diraih Persebaya Surabaya saat menjamu PSIS Semarang dalam laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026), belum membuat pelatih Bernardo Tavares merasa puas.

Meski sebatas laga uji coba, pelatih asal Portugal tersebut menjadikannya sebagai tolok ukur krusial untuk menguji kesiapan mental dan fisik skuad Bajul Ijo jelang berlaga di Piala Presiden 2026 serta kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 mendatang.

Ujian Mentalitas di Bawah Tekanan Tribune GBT

Salah satu fokus utama Tavares dalam laga ini adalah memberikan menit bermain kepada sebanyak mungkin pilar Persebaya. Menurutnya, performa impresif di sesi latihan tidak menjamin seorang pemain mampu mengatasi atmosfer laga sesungguhnya di hadapan puluhan ribu suporter.

“Ini salah satu target utama kami. Saya ingin melihat siapa pemain yang memiliki kapasitas untuk bermain di bawah tekanan. Mereka bisa saja berlatih dengan baik dua atau tiga kali, tetapi saat berlaga di GBT dengan atmosfer riuh seperti ini, situasinya sangat berbeda,” tegas Tavares.

Persebaya sejatinya sempat berada di atas angin usai unggul dua gol terlebih dahulu. Namun, penurunan konsentrasi membuat Laskar Mahesa Jenar mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Penyelesaian Akhir dan Kesalahan Lini Belakang Jadi Catatan

Kendati kecewa lantaran gagal mengamankan kemenangan, Tavares mengapresiasi kreativitas anak asuhnya dalam mengkreasi peluang berbahaya. Hanya saja, penyelesaian akhir (finishing) dan koordinasi pertahanan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dibenahi.

“Ada hal yang saya sukai, kami mampu menciptakan banyak peluang. Namun, ada hal yang tidak saya sukai, yaitu kebobolan dua gol akibat beberapa kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya tidak terjadi,” ungkap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

“Kami perlu bekerja lebih keras dan lebih akurat dalam mengeksekusi peluang. Saya pikir kami seharusnya bisa mencetak empat atau lima gol lagi dalam pertandingan tersebut,” lanjutnya sembari melontarkan pujian atas permainan terbuka yang ditunjukkan PSIS Semarang.

Fisik Belum Ideal dan Pergerakan Tanpa Bola

Selain masalah ketajaman lini depan, Tavares turut menyoroti pergerakan tanpa bola (off-the-ball movement) dari para pemainnya. Ia meminta para pemain yang sedang tidak memegang bola untuk lebih aktif membuka ruang agar alur serangan tim menjadi lebih bervariasi.

Mengenai kondisi fisik pemain yang kedodoran di babak kedua, Tavares menilai hal tersebut masih dalam batas wajar mengingat timnya baru memasuki fase awal persiapan pramusim.

“Kondisi fisik belum berada di level ideal dan itu normal untuk tahap awal ini. Evaluasi dari laga ini sangat penting bagi kami untuk mematangkan koordinasi tim sebelum melangkah ke turnamen resmi,” pungkasnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar