Esai
Mudik: Pertemuan antara Kerinduan dan Kefanaan Kota. Mudik adalah.
Esai

Mudik: Pertemuan antara Kerinduan dan Kefanaan

Mudik adalah kisah tentang manusia Indonesia di antara kota dan desa. Kota menjanjikan kesuksesan, desa jadi kerinduan.

Tentang RUU Ke-tentara-an, dan Alasan-Alasan Untuk Melawan
Esai

Tentang RUU Ke-tentara-an, dan Alasan-Alasan untuk Melawan

Kisah tentang suatu negeri yang ingin mengubah UU Ke-tentara-an. Ada yang melihat ini sebagai hal kecil dan biasa. Tapi, apa demikian?

Teror ke Redaksi Tempo: Antara Kepala Babi, Bangkai Tikus, dan Mikrofasisme. (Ilustrasi: ProPublika.id)
Esai

Teror ke Redaksi Tempo: Antara Kepala Babi, Bangkai Tikus, dan Mikrofasisme

Teror kepala babi dan bangkai tikus ke Tempo bukan sekadar aksi iseng atau teror biasa, tapi bisa dibaca sebagai fenomena mikrofasisme.

Ilustrasi: Travel Gelap Bukan Inovasi, Namun Kebutuhan Warga. (ProPublika.id)
Esai

Travel Gelap Bukan Inovasi, Namun Kebutuhan Warga

Maraknya travel gelap di hari libur dan hari biasa adalah cerminan kegagalan pemerintah menyediakan angkutan umum ke pelosok negeri.

Ilustrasi: Tempo dan Politik di Balik Simbol Babi. (Oleh: ProPublika.id)
Esai

Politik (dan) Babi

Kehadiran teror babi dalam politik cerminan bahwa kekuasaan bisa berubah jadi alat represi, alih-alih sebagai alat kebebasan dan keadilan.

babi tikus tempo
Esai

Kepala Babi, Bangkai Tikus, dan Politik Teror ke Tempo

Bangkai babi-tikus ke Tempo akhirnya hanya catatan kaki tentang bangsa yang tak bisa dipenjara teror. Kata-kata beranak-pinak. Bangkai tidak.

Ilustrasi esai "Menguatkan Asta Brata dalam Asta Cita". (Gambar: ProPublika.id) Ubaidillah BRIN
Esai

Menguatkan Asta Brata dalam Asta Cita

Kekuatan mendengarkan perbedaan pendapat adalah hal penting guna menguatkan prinsip Asta Brata dalam Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo.

Oleh: dr. Djalaludin, Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Mudik Sehat, Mudik Selamat
Esai

Mudik Sehat, Mudik Selamat

Agar mudik aman dan nyaman, banyak hal perlu disiapkan oleh setiap pemudik. Ini bisa mengurangi potensi kemacetan hingga kecelakaan.

“Bumi Manusia” yang Belum Usai. Pramoedya Ananta Toer
Esai

Persoalan “Bumi Manusia” yang Belum Usai

Bumi Manusia menjadi karya modern tentang Indonesia mencari identitas di hadapan hukum kolonial. Bisa jadi pijakan membaca kondisi hari ini.

seabad pram, 100 tahun pramoedya ananta toer, rumah kaca pramoedya, lentera dipantara
Esai

Rumah Kaca Pramoedya Ananta Toer

Meski karya-karya Pramoedya dihilangkan, dilarang terbit di negerinya sendiri, dan mengalami pe-rumahkaca-an, ia tak dapat dikategorikan sebagai orang yang kalah oleh vandalisme kekuasaan.