• Berita
  • Impor Merosot Tajam 63%, Kaltim Panen Surplus Perdagangan di Mei 2026
Berita

Impor Merosot Tajam 63%, Kaltim Panen Surplus Perdagangan di Mei 2026

Ilustrasi ekspor-impor. (Foto : iStock/natatravel)

SAMARINDA – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan catatan impresif pada periode Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur melaporkan nilai ekspor Bumi Etam sukses menembus angka US$1.825,42 juta atau sekitar Rp29,2 triliun, mengalami kenaikan sebesar 2,89 persen dibandingkan dengan bulan April 2026.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh pertumbuhan di sektor minyak dan gas (migas) maupun nonmigas.

“Sektor ekspor kita bergerak sangat baik di bulan Mei 2026. Ekspor migas tercatat sebesar US$136,82 juta atau melesat naik hingga 35,47 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan yang signifikan pada sektor migas ini utamanya dipicu oleh kembali bergairahkannya aktivitas ekspor gas alam kita,” ujar Mas’ud Rifai dalam rilis resminya.

Sementara itu, ekspor nonmigas Kaltim juga mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,92 persen dengan nilai mencapai US$1.688,60 juta. Komoditas bahan bakar mineral (termasuk batu bara) masih menjadi primadona utama yang mendominasi panggung ekspor nonmigas Kaltim dengan kontribusi raksasa mencapai 75,95 persen. Di sisi lain, Tiongkok, India, dan Filipina masih kokoh menjadi tiga negara tujuan utama ekspor paling potensial bagi Kaltim selama periode Januari-Mei 2026.

Impor Turun Drastis, Kaltim Nikmati Surplus US$1,51 Miliar

Berbanding terbalik dengan performa ekspor yang menanjak, nilai impor Kaltim pada Mei 2026 justru merosot tajam. BPS mencatat angka impor Kaltim menyusut hingga 63,00 persen menjadi US$310,68 juta dibandingkan April 2026 yang sempat menyentuh US$839,74 juta. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan impor minyak mentah dan barang mekanis dari luar negeri.

Kombinasi antara ekspor yang kuat dan penurunan impor yang signifikan ini membawa kabar baik bagi perekonomian daerah berupa surplus neraca perdagangan yang sangat tebal.

“Berkat kinerja ekspor yang solid dan efisiensi angka impor, Neraca Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur pada Mei 2026 berhasil mencatatkan surplus luar biasa sebesar US$1.514,74 juta,” tegas Mas’ud Rifai.

Meski sektor migas mengalami defisit sektoral sebesar US$104,13 juta, kekuatan luar biasa dari surplus sektor nonmigas yang mencapai US$1.618,87 juta mampu menjadi motor utama penopang kokohnya stabilitas perdagangan luar negeri Kalimantan Timur.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar