SAMARINDA – Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran haji dan umrah instan yang tidak memiliki legalitas jelas. Langkah verifikasi menyeluruh sangat diperlukan guna menghindari potensi penipuan yang kerap menyasar calon jemaah.
Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kaltim, Mukhlis Hasan, menegaskan bahwa tawaran perjalanan dengan janji proses cepat sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur iming-iming keberangkatan tanpa prosedur resmi.
“Jika ada tawaran seperti itu, harus diteliti terlebih dahulu dan dikonfirmasi ke Kementerian Haji. Kantor kami tersedia di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung terhadap penyedia layanan tersebut,” ujar Mukhlis Hasan dikutip dari laman resmi kaltimprov.go.id, Selasa (14/4/2026).
Mukhlis mengingatkan bahwa besaran harga bukan menjadi jaminan utama keamanan. Baik harga murah maupun mahal tidak serta-merta menjamin kualitas dan kepastian keberangkatan. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan rekam jejak (track record) penyelenggara perjalanan.
Menanggapi kekhawatiran terkait situasi geopolitik global, Mukhlis memastikan hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai penundaan pemberangkatan jemaah. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Di sisi lain, Kemenhaj Kaltim berkomitmen terus memberikan pelayanan inklusif, khususnya bagi jemaah perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Calon jemaah juga diimbau untuk mulai mempersiapkan fisik serta mental guna menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
