BALIKPAPAN – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan mulai menyusun langkah strategis menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Sebanyak 64 cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam zona medali dipastikan akan menjadi tumpuan utama kontingen Kota Beriman.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyepakati jumlah cabor yang akan dikirim berdasarkan potensi prestasi. Saat ini, fokus utama adalah sinkronisasi data atlet, pelatih, hingga ofisial sembari menanti Technical Handbook (THB) dari panitia besar.
“Kami memprioritaskan cabor zona medali. Dalam waktu dekat, kami bersama KONI akan melakukan survei lapangan ke Kabupaten Paser untuk menyiapkan akomodasi dan transportasi agar persiapan lebih matang sejak awal,” ujar Ratih usai rapat koordinasi di Balikpapan, Senin (13/4/2026).
Usulkan Tambahan Anggaran
Mengenai kesiapan finansial, Ratih mengungkapkan bahwa saat ini dana yang tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) baru mencapai Rp5 miliar dari APBD Murni. Namun, angka tersebut dipastikan bertambah seiring rencana adanya program pemusatan latihan (training center/TC).
“Kemungkinan besar akan ada usulan penambahan di APBD Perubahan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota, tim TAPD, dan nantinya akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD,” tambahnya.
Berdasarkan hasil Pra-Porprov, saat ini terdata sekitar 600 atlet yang lolos, namun jumlah ini masih dinamis mengikuti evaluasi nomor pertandingan.
Proyeksi 1.000 Delegasi ke Paser
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menegaskan ambisinya untuk meraih hasil maksimal di ajang empat tahunan yang akan digelar pada 14–27 November 2026 mendatang. Jika kemampuan keuangan daerah mencukupi, KONI menargetkan pengiriman lebih dari 1.000 delegasi, termasuk atlet, pelatih, hingga panitia pelaksana.
“Semangat atlet kita sangat tinggi. Meski yang lolos seleksi awal sekitar 600-an, kami masih melakukan evaluasi. Jika anggaran mumpuni, kami ingin memberangkatkan seribu orang lebih agar prestasi Balikpapan bisa maksimal,” kata Gasali.
Gasali juga membeberkan rencana pemusatan latihan terpusat yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, atau satu bulan sebelum keberangkatan. “Rencananya, TC akan dipusatkan di Embarkasi Haji jika anggaran memadai. Kami juga akan mencoba menggandeng pihak ketiga melalui dana CSR untuk menyokong kebutuhan atlet,” pungkasnya.
Langkah percepatan ini diambil sejak April agar seluruh kebutuhan teknis, mulai dari survei tempat tinggal atlet di Paser hingga kebutuhan transportasi, dapat terhitung secara presisi demi menjaga gengsi Balikpapan di kancah olahraga Kalimantan Timur.
