SAMARINDA – Usulan penetapan bentang alam Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional kini memasuki fase krusial. Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian akhir pada 6–10 Juli 2026.
Sangkulirang-Mangkalihat merupakan kawasan karst yang membentang di dua wilayah, yakni Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Kawasan ini dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, situs geologi unik, hingga warisan budaya prasejarah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah di tingkat provinsi maupun dua kabupaten terkait untuk mempersiapkan semua indikator penilaian secara matang.
“Persiapkan sebaik mungkin di lapangan, terutama pada titik-titik lokasi kunjungan tim verifikasi. Tunjukkan bahwa kita benar-benar siap membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju panggung dunia,” tegas Sri Wahyuni saat memimpin rapat pemantapan di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (2/7/2026).
Rapat koordinasi kesiapan tersebut digelar secara hibrida dan dihadiri oleh Sekda Berau Muhammad Said, Sekdis Bappeda Kaltim Wahyu Gatut Purboyo, perwakilan Dinas ESDM Kaltim, Balai Pelestarian Kebudayaan, serta perwakilan lembaga mitra dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Daftar Lokasi yang Bakal Diverifikasi
Selama lima hari, tim verifikasi nasional akan menyisir sejumlah objek vital yang menjadi parameter kelayakan sebuah geopark.
Di wilayah Kabupaten Kutai Timur, objek yang akan ditinjau meliputi fenomena geologi Mata Air Tangga Bidadari di Selangkau, SD Negeri 002 Kaliorang yang merupakan Sekolah Adiwiyata, serta Pemandian Air Panas di Desa Karangan.
Sementara di Kabupaten Berau, titik penilaian difokuskan pada Air Panas Pemapak di Kampung Bapinang. Tim juga akan menyisir kawasan wisata pesisir serta sebaran karst prasejarah yang berada di lima kecamatan, yaitu Kelay, Biduk-Biduk, Batu Putih, Biatan, dan Tabalar.
Setelah seluruh rangkaian peninjauan lapangan selesai, TVGN dijadwalkan memaparkan hasil penilaian dan evaluasi dalam forum ekspose resmi yang akan digelar di Tanjung Redeb, Berau. Kesiapan ini menjadi langkah awal sebelum situs ini diajukan ke tingkat internasional sebagai UNESCO Global Geopark.
