• Berita
  • Ekspor Udang Windu Kaltim Tembus Rp173 Miliar per Bulan
Berita

Ekspor Udang Windu Kaltim Tembus Rp173 Miliar per Bulan

Manfaatkan direct flight dari Balikpapan, Kaltim rutin ekspor 56 ton udang windu senilai Rp173 miliar per bulan ke China-Malaysia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengatakan kapasitas ekspor perikanan Kaltim melalui jalur udara berkisar di angka 56 ton per bulan. (Foto ; kaltimprov.go.id)

SAMARINDA – Arus ekspor komoditas hasil laut unggulan asal Kalimantan Timur menuju pasar China dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Lonjakan performa dagang ini dipicu oleh optimalisasi jalur penerbangan langsung (direct flight) khusus kargo dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan.

Skema pengiriman langsung ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan rute transit konvensional, sekaligus membuka keran pasar internasional yang lebih kompetitif bagi sektor perikanan Kaltim.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, menjelaskan bahwa seluruh komoditas yang dikirim merupakan hasil kerja sama bisnis murni (business to business) antara eksportir lokal dan importir di negara tujuan. Untuk menjaga reputasi pasar, DKP menerapkan seleksi ketat terkait pemenuhan regulasi mutu.

“Izin ekspor hanya diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi persyaratan mutu serta standar keamanan pangan sesuai ketentuan negara tujuan,” ujar Irhan di Samarinda, Selasa (7/7/2026).

Kapasitas Pengiriman Capai 56 Ton per Bulan

Irhan memaparkan, layanan penerbangan langsung yang saat ini beroperasi rutin dua kali dalam sepekan memberikan dampak instan yang besar bagi pelaku usaha perikanan di bumi etam. Selain memangkas ongkos logistik secara signifikan, jalur udara langsung ini mampu mempertahankan kualitas kesegaran komoditas laut hingga tiba di meja konsumen luar negeri.

Saat ini, kapasitas ekspor perikanan Kaltim melalui jalur udara berkisar di angka 56 ton per bulan. Komoditas primadona didominasi oleh udang windu dengan nilai transaksi ekonomi menembus Rp173 miliar.

“Beberapa komoditas sudah ada yang direct. Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pengawasan ketat terhadap mutu dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar baku yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap, perluasan konektivitas udara dari Bandara SAMS Sepinggan ini dapat merangsang gairah produksi para nelayan lokal. Kemudahan akses ekspor diharapkan mampu memutus rantai tengkulak, memperluas jangkauan pasar internasional, serta mendongkrak kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Kaltim.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar