• Berita
  • Gubernur Kaltim Resmikan RPB Pakan Ternak Rp 8,3 Miliar di Kota Bangun
Berita

Gubernur Kaltim Resmikan RPB Pakan Ternak Rp 8,3 Miliar di Kota Bangun

Pemprov Kaltim resmikan pabrik pakan Rp8,3 M di Kukar. Harga pakan dipangkas hingga 30% guna sokong Program Makan Bergizi Gratis.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat meninjau kesiapan mesin produksi di Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Jumat (3/7/2026). Pabrik pakan senilai Rp8,3 miliar berkapasitas 200 ton per bulan ini diresmikan untuk memangkas harga pakan hingga 30 persen sekaligus menyokong pasokan Program Makan Bergizi Gratis. (Foto: Dok. Humas Pemprov Kaltim)

KUKAR – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (3/7/2026).

Infrastruktur pengolahan yang dibangun menggunakan alokasi APBD Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM ini menelan total investasi sebesar Rp8,3 miliar. Jumlah tersebut mencakup anggaran fisik sebesar Rp6,2 miliar serta pagu pengadaan alat dan mesin produksi senilai Rp2,1 miliar.

Kehadiran pabrik pakan baru ini diproyeksikan mampu memangkas biaya produksi para peternak dan pembudi daya ikan lokal, dengan estimasi harga pakan yang 20 hingga 30 persen lebih murah daripada produk sejenis di pasaran.

“Saya sangat berharap RPB ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan, terutama untuk penyediaan pakan ternak dan budidaya perikanan melalui pelet apung. Margin usaha masyarakat diharapkan bisa meningkat dengan harga pakan yang lebih terjangkau,” ujar Rudy Mas’ud di lokasi peresmian.

Sokong Program Makan Bergizi Gratis

Rudy menegaskan bahwa operasional RPB ini memegang peranan krusial dalam rantai pasok ketahanan pangan daerah ke depan, khususnya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dengan pasokan pakan yang murah dan stabil, produktivitas sektor peternakan dan perikanan di Kukar diharapkan melesat sehingga mampu mencukupi kebutuhan pasokan daging ayam serta ikan segar untuk program makanan tersebut.

Untuk mengoptimalkan sarana yang ada, Rudy menginstruksikan Dinas Perindagkop agar menyetel mesin pengolahan untuk memproduksi dua jenis pakan secara bergantian.

“Mekanismenya diatur dua minggu untuk memproduksi pakan ternak, dan dua minggu berikutnya difokuskan untuk memproduksi pakan ikan atau pelet apung,” jelasnya.

Manfaatkan Bahan Baku Lokal

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa pabrik pengolahan pakan ini berdiri di atas lahan seluas 10.566 meter persegi. Lokasi Desa Loleng dipilih karena dinilai sangat strategis dan memiliki aksesibilitas yang baik terhadap pemenuhan bahan baku utama.

“Bahan baku pakan yang digunakan sangat melimpah di sekitar kawasan ini, antara lain jagung, bungkil sawit, crude palm oil (CPO), tepung ikan, hingga tepung kepala udang,” urai Heni.

Saat ini, RPB Desa Loleng baru beroperasi pada tingkat produksi sekitar 20 ton per bulan, atau setara 10 persen dari total kapasitas maksimum mesin yang mencapai 200 ton per bulan.

Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan akan terus memantau grafik operasional pabrik secara berkala dan membuka opsi penambahan unit mesin baru apabila serapan pasar dari peternakan rakyat terus melonjak.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar