• Berita
  • Ekspor Perikanan Kaltim Tembus Rp230 Miliar, Belut hingga Kepiting Diterbangkan ke China
Berita

Ekspor Perikanan Kaltim Tembus Rp230 Miliar, Belut hingga Kepiting Diterbangkan ke China

Kaltim rutin kirim 56–96 ton ikan segar ke China dua kali seminggu via Balikpapan. Ekspor perikanan Januari–Mei 2026 tembus Rp230 miliar.

Komoditas unggulan perikanan Kaltim—termasuk udang windu yang menyumbang devisa Rp173,3 miliar—siap dikirim ke pasar China melalui jalur udara dan laut. (Foto: iStock/Nalin Prutimongkol)

SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur secara rutin menerbangkan komoditas perikanan segar langsung ke Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, China, dengan volume 56 hingga 96 ton per bulan. Jalur ekspor udara ini telah resmi beroperasi sejak 14 Mei 2026 dengan frekuensi dua kali seminggu melalui Bandara Sepinggan Balikpapan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, Irma Listiawati, menjelaskan penerbangan ekspor langsung (direct call) ini diprioritaskan untuk produk maritim yang membutuhkan penanganan cepat.

“Penerbangan ekspor langsung ini sangat penting untuk menjaga kualitas kesegaran produk laut andalan daerah kita hingga tiba di negara tujuan,” kata Irma di Samarinda, Jumat.

Komoditas yang diangkut meliputi belut, kepiting, dan ikan segar. Setiap penerbangan mengangkut 7 hingga 12 ton muatan, dengan jadwal keberangkatan rutin setiap Senin dan Kamis pukul 22.00 WITA dari Bandara Sepinggan Balikpapan.

Dua eksportir yang secara konsisten menyuplai komoditas segar dari Kaltim adalah CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi.

Selain jalur udara, Irma menambahkan, produk perikanan beku seperti udang windu dan udang pink juga dikirim melalui jalur laut.

“Meski begitu, komoditas ekspor perikanan Kaltim juga dikirim dengan menggunakan kapal laut untuk produk beku, seperti udang windu hingga udang pink,” ungkapnya.

Ekspor Perikanan Januari–Mei 2026 Tembus Rp230 Miliar

Secara keseluruhan, Kalimantan Timur mencatatkan total volume ekspor perikanan sebesar 1.262 ton dengan nilai Rp230 miliar pada periode Januari hingga Mei 2026.

Udang windu menjadi komoditas ekspor paling dominan dengan volume pengiriman 769,9 ton, menghasilkan devisa senilai Rp173,3 miliar—atau sekitar 75 persen dari total nilai ekspor perikanan Kaltim dalam periode tersebut.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar