• Pariwara
  • Salehuddin Soroti Lambannya Progres Waterboom Pulau Kumala, Dorong Optimalisasi Aset Wisata
Pariwara

Salehuddin Soroti Lambannya Progres Waterboom Pulau Kumala, Dorong Optimalisasi Aset Wisata

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menyatakan pembangunan wisata di Pulau Kumala mesti tepat waktu.

Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin. (Foto : Propublika.id)

SAMARINDA – Pembangunan Waterboom di Pulau Kumala, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menuai perhatian dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek yang digadang-gadang menjadi ikon wisata daerah tersebut dinilai berjalan lambat, meski anggaran yang telah dikucurkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap progres pembangunan yang baru mencapai 70 persen di pertengahan 2025. Padahal, target penyelesaiannya ditetapkan pada akhir tahun ini.

“Proyek ini sudah menyedot hampir Rp 400 miliar sejak lama, tapi hasilnya belum sebanding. Pulau Kumala sebagai aset daerah belum bisa memberi dampak signifikan,” tegas Salehuddin pada 23 Juni 2025.

Yusuf Desak Tindakan Tegas atas Pelanggaran Fungsi Hotel Royal Suite

Ia menyayangkan potensi wisata Pulau Kumala yang belum dikelola optimal. Menurutnya, upaya kerja sama dengan pihak swasta yang pernah digagas sebelumnya, seperti dengan PT Grand LT, seharusnya bisa dijalankan secara lebih serius dan berkelanjutan.

“Sayang kalau hanya dibiarkan. Waterboom ini seharusnya bisa jadi pemicu peningkatan kunjungan, dan bisa berkembang dengan wahana tambahan lainnya jika dimaksimalkan,” jelasnya.

Salehuddin juga menyoroti minimnya perhatian terhadap aspek perawatan dan keamanan fasilitas wisata. Ia mencontohkan kondisi penerangan yang tidak memadai di kawasan sekitar jembatan Pulau Kumala, yang justru membuat lokasi sepi pada malam hari.

“Bandingkan dengan taman kota di Jakarta yang bisa hidup sampai malam. Kita justru kekurangan perawatan. Fasilitas penerangan bahkan dipindah ke tempat lain,” keluhnya.

Ananda Emira Moeis Desak Pemprov Gencarkan Sosialisasi GratisPol: “Jangan Biarkan Pelajar di Pelosok Tertinggal Informasi”

Ia berharap kehadiran Plt Kadis Pariwisata yang baru menjadi momentum untuk membenahi pengelolaan aset wisata secara menyeluruh. Penekanan bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga strategi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PAD jangan hanya dari event musiman. Aset seperti ini harus bisa memberi pemasukan rutin. Walau anggaran besar tidak kembali penuh, minimal daerah mendapatkan hasil nyata dari investasi itu,” pungkas Salehuddin.

Picture of DPRD Kaltim
DPRD Kaltim
Artikel kerja sama DPRD Kaltim dengan ProPublika.id.
Bagikan
Berikan Komentar