BALIKPAPAN – Kemenangan PSS Sleman atas Kendal Tornado FC pada laga pramusim di Stadion Maguwoharjo, Sleman, menjadi langkah awal positif bagi pelatih Pieter Huistra. Hasil ini menjadi modal berharga dalam mematangkan skuad Gustavo Tocantins dan kawan-kawan menjelang kompetisi Super League 2026/27.
Di balik kemenangan tersebut, pelatih asal Belanda itu menilai anak asuhnya telah menunjukkan karakter dan daya juang yang kuat sepanjang pertandingan. Kendati demikian, ia tidak menampik masih ada sejumlah catatan dan rapor merah yang harus dibenahi, khususnya pada aspek teknis dan taktik.
“Dari sisi karakter, terutama energi yang kami tunjukkan di dalam pertandingan, menurut saya sudah cukup baik. Namun, secara teknis dan taktik, kami masih bisa berkembang jauh lebih baik. Kami memang masih membuat banyak kesalahan di pertandingan pertama musim ini,” ujar Pieter Huistra.
Kesalahan Sebagai Bahan Evaluasi
Bagi juru taktik berpengalaman tersebut, proses pembentukan skuad yang solid tidak pernah lepas dari kekeliruan di lapangan. Alih-alih menganggap kesalahan sebagai hambatan, Huistra justru memandangnya sebagai kesempatan emas untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa tim secara bertahap.
“Saya justru senang para pemain masih melakukan kesalahan. Sebab, jika sejak pertandingan pertama mereka sudah melakukan semuanya dengan benar, saya tidak akan punya banyak pekerjaan lagi,” tuturnya berakar nada optimistis.
Ia menambahkan bahwa perjalanan PSS Sleman untuk mencapai bentuk permainan ideal masih cukup panjang. Meski begitu, melihat energi bertanding dan karakter yang mulai terbangun, Huistra yakin skuad berjuluk Super Elang Jawa itu sudah berada di jalur yang benar.
“Sekarang kami akan terus bekerja keras bersama-sama, membenahi setiap kesalahan, dan memastikan tim ini menjadi jauh lebih baik sebelum kompetisi resmi dimulai,” pungkasnya.
Baca juga :
