BALIKPAPAN – Persik Kediri mendapat kehormatan tampil dalam ajang pramusim internasional Governor’s 77th Anniversary International Quadrangular Football Tournament 2026. Turnamen ini berlangsung di Stadion Hang Jebat, Melaka, Malaysia, pada 15 dan 17 Agustus 2026.
Selain Persik Kediri, turnamen yang digagas oleh Melaka FC tersebut diikuti oleh Jurong FC (Singapura) dan Phnom Penh Crown (Kamboja). Berdasarkan hasil pengundian jadwal, skuad Macan Putih yang diperkuat Ezra Walian dan kawan-kawan dijadwalkan menantang Phnom Penh Crown pada laga perdana.
Keikutsertaan ini menjadi ajang internasional kedua dalam sejarah Persik Kediri. Sebelumnya pada 2004, klub berjuluk Macan Putih itu pernah berlaga di JVC Cup Vietnam dan berhasil menembus babak semifinal.
Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan ambisinya untuk mempersembahkan trofi internasional pertama bagi Persikmania dan masyarakat Kediri.
“Turnamen ini sangat penting bagi Persik dan publik Kediri. Kami akan berusaha meraih kemenangan di dua pertandingan nanti dan membawa pulang trofi. Selain itu, para pemain akan mendapatkan pengalaman berharga menghadapi tim dari Malaysia, Kamboja, dan Singapura,” kata Marcos Reina.
Uji Kesiapan dan Chemistry Skuad Baru
Meski mematok target tinggi, arsitek asal Spanyol tersebut mengakui anak asuhnya belum berada dalam kondisi fisik ideal untuk tampil penuh selama 90 menit. Skuad Macan Putih baru menjalani latihan intensif sekitar dua pekan, sehingga tingkat kebugaran antarspesifikasi pemain belum merata.
Selain kebugaran fisik, Marcos Reina juga dihadapkan pada tantangan membangun keterpaduan tim (chemistry), mengingat Persik banyak mendatangkan pilar baru musim ini, baik pemain lokal maupun asing.
Namun, ia menegaskan kendala tersebut tidak akan menjadi alasan bagi timnya untuk tampil setengah hati.
“Fisik pemain memang belum 100 persen dan mungkin belum bisa bermain stabil sepanjang 90 menit. Namun, kami memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk melakukan rotasi,” ujar Marcos Reina.
Ia menambahkan, turnamen pramusim ini menjadi kesempatan ideal untuk mengukur sejauh mana kesiapan setiap pemain sekaligus mematangkan adaptasi skuad baru di level internasional.
“Ini tim baru dengan komposisi pemain yang banyak berubah, jadi kami memang masih membutuhkan proses adaptasi. Lewat ajang ini, saya bisa melihat langsung sejauh mana tingkat kesiapan setiap pemain,” tuturnya.
Baca juga :
