BALIKPAPAN – Pertandingan melawan Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja, Jumat (8/5/2026) sore, menjadi titik nadir sekaligus penentu masa depan Leonard Tupamahu. Duel babak play-off degradasi ini bukan sekadar upaya mempertahankan posisi Persiba Balikpapan di kasta kedua, melainkan pertaruhan kursi kepelatihan sang pelatih musim depan.
Nasib pelatih yang akrab disapa Leo ini bergantung sepenuhnya pada hasil akhir. Kemenangan akan membuka peluang besar bagi manajemen untuk mempertahankannya, sementara kekalahan hampir dipastikan mengakhiri perjalanannya bersama skuat Beruang Madu.
Rekam Jejak Sejak Januari 2026
Leonard Tupamahu resmi menakhodai Persiba pada pertengahan Januari 2026 menggantikan Muhammad Nasuha. Meski sudah mendampingi tim saat laga tandang kontra Persiku Kudus pada 18 Januari, debut resminya baru tercipta kala menjamu Barito Putera di Stadion Batakan, 24 Januari 2026.
Dalam laga debut tersebut, Persiba menang tipis 1-0 lewat gol Abdul Rahman. Namun, secara statistik, perjalanan Leo cukup terjal. Dari 12 laga yang dipimpinnya, Persiba hanya mencatatkan 1 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Debut yang Emosional
Menanggapi tekanan tersebut, Leo mengaku tetap bangga atas kesempatan debut kepelatihannya di Balikpapan. Ia menilai skuat muda yang dimilikinya saat ini memiliki prospek cerah meski terkendala stabilitas performa.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan debut di Persiba. Pemain bisa mengikuti filosofi saya dan cepat beradaptasi, terutama melawan tim-tim besar. Mereka punya semangat juang tinggi meskipun pemain muda memang butuh jam terbang lebih untuk stabil,” ujar Leo.
Secara pribadi, Leo menyatakan kecintaannya terhadap atmosfer Balikpapan dan berharap bisa terus membangun tim di musim mendatang. “Sudah ada pembicaraan dengan manajemen, tapi hasil melawan Persekat adalah kunci utama,” tambahnya.
Sinyal Positif CEO Persiba
Meski statistik kemenangan tergolong minim, manajemen memberikan apresiasi terhadap proses perkembangan tim. CEO Persiba, Arvi Perwira, memberikan sinyal positif terkait kinerja Leo dalam menangani pemain muda.
“Saya secara pribadi menyukai kinerja Coach Leo. Dia pelatih bagus yang mampu menangani banyak pemain muda kita. Di bawah arahannya, permainan tim berkembang secara prospektif,” jelas Arvi.
Kini, pembuktian terakhir ada di Stadion Tri Sanja. Apakah Leo mampu memberikan kemenangan kedua sekaligus menyelamatkan muka Persiba, ataukah perjalanan debutnya berakhir di Tegal?
Baca juga :
