• Olahraga
  • Borneo FC Bungkam Persita di Segiri, Pesut Etam Tempel Ketat Persib di Puncak Klasemen
Olahraga

Borneo FC Bungkam Persita di Segiri, Pesut Etam Tempel Ketat Persib di Puncak Klasemen

Ketenangan jadi kunci Borneo FC libas Persita 2-0. Tambahan 3 poin bawa tim Fabio Lefundes samai raihan poin Persib Bandung di peringkat 1.

Persita (jersey putih) gagal membendung Borneo FC Samarinda. Berlaga di Stadion Segiri, Selasa (5/5/2026) malam, Borneo FC menang meyakinkan 2-0. (Foto : Facebook Persita Tangerang FC)

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda terus menjaga asa dalam perburuan takhta BRI Super League 2025/2026. Menjamu Persita Tangerang di Stadion Segiri pada Selasa (5/5/2026) malam, skuat berjuluk Pesut Etam tersebut sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dilesakkan oleh Mariano Peralta pada menit ke-37 dan Muhammad Sihran saat laga memasuki menit ke-89. Hasil ini membuat Borneo FC kini mengoleksi 72 poin, jumlah yang identik dengan sang pemuncak klasemen, Persib Bandung. Meski demikian, Persib masih berhak menduduki posisi pertama berkat keunggulan head-to-head.

Sebaliknya, kekalahan ini memutus tren positif Pendekar Cisadane yang pekan lalu baru saja menumbangkan PSIM Yogyakarta. Hingga pekan ke-31, Persita masih tertahan di peringkat ke-9 dengan raihan 44 poin.

Kesabaran di Tengah Tembok Pertahanan

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyebut ketenangan sebagai faktor utama raihan poin penuh ini. Ia mengakui telah mengantisipasi strategi low block yang diterapkan tim tamu untuk meredam daya gedor anak asuhnya.

“Persita cenderung menunggu bola dan mengincar serangan balik serta memaksimalkan situasi bola mati (set piece). Saya sudah instruksikan pemain untuk tetap tenang, sabar, dan tidak terburu-buru membongkar pertahanan mereka,” ungkap Lefundes usai laga.

Strategi tersebut terbukti ampuh. Memasuki menit ke-37, kerja sama apik antara Koldo Obieta dan Mariano Peralta akhirnya memecah kebuntuan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Kartu Merah dan Gol Pengunci

Laga memanas di babak kedua saat Persita berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, nasib buruk menimpa tim tamu saat mereka harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Rayco Rodriguez.

Lefundes mengakui bahwa menghadapi tim yang kekurangan pemain justru memiliki tantangan tersendiri karena pertahanan lawan semakin rapat. “Situasi itu menyulitkan, namun kami terus menekan hingga akhirnya Muhammad Sihran sukses mencetak gol kedua untuk mengunci kemenangan,” tambahnya.

Pujian Carlos Pena untuk Skuat Persita

Di sisi lain, juru taktik Persita, Carlos Pena, tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. Ia menilai timnya sempat memberikan perlawanan sengit, terutama lewat peluang emas yang didapat Hokky Caraka di awal babak kedua.

Namun, kehilangan Rayco Rodriguez dan cederanya motor serangan Eber Bessa menjadi pukulan telak bagi skema permainan Pendekar Cisadane.

“Kesalahan di paruh pertama harus dibayar mahal oleh gol indah Peralta. Situasi menjadi sangat berat saat kami harus kehilangan Rayco dan Eber cedera. Sangat sulit mencuri poin dari tim sedominan Borneo FC di kandang mereka, apalagi dengan kondisi tim yang pincang,” pungkas Pena.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar