SURABAYA – Persebaya Surabaya dipastikan kehilangan salah satu pilar terpenting sekaligus ikon modern mereka menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim baru 2026/2027. Pemain andalan asal Brasil, Bruno Moreira, resmi mengambil keputusan besar untuk menyudahi masa baktinya bersama klub kebanggaan Bonek tersebut demi melanjutkan karier sepak bolanya di luar Indonesia.
Kepergian penyerang sayap lincah ini mengakhiri perjalanan panjang yang emosional selama empat musim dalam dua periode berbeda di Kota Pahlawan. Selama berseragam hijau-hijau, Bruno tidak hanya menjelma sebagai kreator serangan yang mematikan, melainkan juga dipercaya memegang tongkat komando sebagai kapten utama yang menjadi representasi wajah Bajul Ijo, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin di ruang ganti, namun pihak tim tetap menunjukkan sikap respect penuh terhadap langkah profesional yang diambil sang pemain. Juru taktik asal Portugal tersebut menilai Bruno telah memberikan segalanya bagi klub, termasuk menutup lembaran terakhirnya lewat performa magis saat melumat Persik Kediri dengan skor telak 5-0 di penghujung musim lalu.
“Dia adalah kapten tim kami, sosok penting di dalam maupun di luar lapangan. Jika melihat penampilannya sepanjang musim, terutama setelah laga terakhir melawan Persik yang kami menangi 5-0, Bruno menunjukkan kualitas yang luar biasa,” kata Bernardo Tavares dalam sesi evaluasi tim di Surabaya, baru-baru ini.
Kontribusi konkret pemain bernomor punggung 10 itu sepanjang musim lalu memang menjadi bukti sahih betapa krusialnya peran Bruno sebagai motor serangan utama Persebaya. Dari total 28 pertandingan yang ia lakoni di kancah domestik, pemain kelahiran Sao Paulo tersebut sukses membukukan statistik impresif dengan gelontoran 12 gol dan sodoran tujuh assist untuk membantu mendongkrak posisi klasemen tim.
“Sebagai pelatih, saya melihat dia memberikan kontribusi maksimal untuk tim, baik melalui gol, assist, kerja defensif, maupun kontribusi saat menyerang,” imbuh Tavares memuji etos kerja anak asuhnya yang dikenal rajin membantu pertahanan tersebut.
Manajemen tim berjuluk Bajul Ijo sendiri dikabarkan tidak tinggal diam dan telah menyodorkan klausul kontrak baru dengan nilai penawaran tertinggi agar sang kapten bersedia bertahan di Surabaya. Kendati demikian, faktor pengembangan karier profesional di luar negeri serta pertimbangan masa depan keluarga membuat Bruno mantap memilih pelabuhan baru yang hingga kini masih dirahasiakan.
“Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melanjutkan karier di tempat lain. Tentu kami menghormati keputusan tersebut. Dalam sepak bola, setiap pemain memiliki hak untuk menentukan jalan terbaik bagi karier dan keluarganya. Saya tahu manajemen sudah berupaya memberikan penawaran terbaik agar dia tetap bersama Persebaya. Namun terkadang dalam kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai harapan,” tutur mantan pelatih PSM Makassar tersebut secara realistis.
Kini, di saat jajaran staf kepelatihan Persebaya mulai bergerak cepat menyusun ulang komposisi kekuatan legiun asing untuk musim depan, nama Bruno Moreira dipastikan akan tetap harum dalam buku sejarah klub. Atas nama seluruh jajaran manajemen dan komponen tim, Bernardo Tavares menyampaikan apresiasi terdalam bagi sang maestro lapangan hijau.
“Atas nama tim, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya selama berseragam Persebaya. Kami mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan,” pungkas Tavares menutup salam perpisahan bagi salah satu legiun asing terbaik di era modern Persebaya tersebut.
Baca juga :
