Aksi aktivisme iklim yang dimotori oleh komunitas penggemar K-pop di seluruh dunia, termasuk basis penggemar di Indonesia, menjadi perbincangan utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP30 yang berlangsung di Belém, Brasil, pada November 2025.
Dayeon Lee, juru kampanye KPOP4PLANET, tampil sebagai pembicara kunci dalam sesi panel diskusi ‘K-pop Fans for Climate Action’. Sesi ini menyoroti bagaimana solidaritas dan pengaruh global fandom K-pop telah diubah menjadi gerakan nyata untuk mengatasi krisis iklim.
“Penggemar K-pop adalah generasi masa depan yang peka terhadap keadilan. Solidaritas mereka yang luar biasa dan kegigihan mereka yang unik telah menjadikan mereka aktivis iklim yang tangguh,” ujar Dayeon dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
KPOP4PLANET diluncurkan pada 2021. Ia adalah organisasi iklim untuk dan dari penggemar K-pop yang mencintai bumi dan idola K-pop mereka.
Donasi Miliaran Rupiah dari Penggemar Indonesia

Dalam presentasinya, Dayeon membagikan bukti nyata aksi yang dilakukan penggemar K-pop. Ia secara khusus menyoroti kontribusi signifikan dari Indonesia.
Dayeon menyebutkan bahwa fandom K-pop di Tanah Air berhasil menggalang donasi hingga Rp 1,4 Miliar yang disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat pada tahun 2021.
Aksi serupa juga diceritakan oleh Marliana Faciroli, co-director ARMY Help The Planet—gerakan lingkungan penggemar BTS terbesar di Brasil. Ia menjabarkan inisiatif seperti kampanye “ARMY for the Amazon” yang mengumpulkan donasi untuk penanganan kebakaran hutan Amazon pada 2019.
“Kami terinspirasi oleh partisipasi aktif BTS dalam isu-isu penting dan mengambil tindakan,” kata Marliana, menjelaskan motivasi di balik gerakan mereka.
Desak Industri K-pop Gelar Konser Rendah Karbon

Di tengah berlangsungnya COP30, Dayeon meluncurkan kampanye terbaru mereka, ‘K-pop Carbon Hunters’. Kampanye ini bertujuan mendorong industri K-pop agar menyelaraskan pengaruh global mereka dengan tindakan iklim nyata, khususnya dalam pelaksanaan konser.
Saat ini, lebih dari 4.000 penggemar mendesak industri untuk berkomitmen pada konser K-pop rendah karbon dan mencapai pengurangan emisi yang terukur. Dekarbonisasi di sektor budaya ini, kata Dayeon, memiliki dampak kultural yang kuat.
Mengingat COP30 menandai sepuluh tahun sejak Perjanjian Paris disahkan, Dayeon menegaskan pentingnya komitmen yang lebih ambisius dari semua pihak.
“Di saat COP30 sedang berlangsung sekarang, kami membutuhkan dukungan semua pihak, yaitu pemerintah, industri, dan konsumen, untuk mengambil tindakan yang lebih berani dan bukan sekadar janji kosong,” tegas Dayeon.
Baca juga:
