Sebanyak 112 orang menjadi korban ledakan pipa gas Petronas, perusahaan milik negara Malaysia, pada Selasa (1/4/2025). Peristiwa ini mengakibatkan kebakaran hebat, luka bakar, dan kerusakan rumah warga di Subang Jaya, Negara Bagian Selangor. Beberapa korban dilarikan ke rumah sakit, sementara ratusan lainnya mengungsi.
Ledakan terjadi sekitar pukul 08.10 waktu setempat, saat warga sedang merayakan hari kedua Idul Fitri. Suara keras dan api yang membubung setinggi 300 meter membuat warga panik.
Pipa gas yang meledak terletak di Puchong, sekitar 5 kilometer dari permukiman Putra Heights. Api melalap pipa sepanjang 500 meter, sementara asap tebal dan hawa panas menyebar ke area permukiman.
Tim pemadam kebakaran menurunkan 78 personel untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga. Hingga pukul 13.55, api berhasil dikendalikan, tetapi 49 rumah telah terbakar.
Tiga stasiun pengisian bahan bakar di sekitar lokasi juga ditutup untuk mencegah perluasan kebakaran. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui Facebook menyatakan, “Saya mendoakan segala hal berjalan lancar, mulai dari pemadaman api, evakuasi warga, hingga perawatan korban.”
Ia memerintahkan seluruh lembaga terkait untuk turun tangan. Petronas dalam pernyataannya mengaku sedang menyelidiki penyebab kebocoran pipa dan berjanji memberikan ganti rugi kepada korban.
Korban Dievakuasi ke Tempat Aman
Menurut Wakil Kepala Kepolisian Selangor, Mohd Zaini Abu Hassan, 112 warga mengalami masalah kesehatan seperti luka bakar, gangguan pernapasan, dan iritasi mata. Sebanyak 63 orang dengan luka serius dirawat di Rumah Sakit Sultan Idris Shah, sementara korban lain ditampung di Masjid Putra Heights dan Kuil Sri Maha Kaliamman.
Rohanawati Ismail, salah satu warga, menceritakan anak dan menantunya mengalami luka bakar parah. “Sekujur punggung anak saya terbakar. Istrinya terbakar di kedua kaki. Mereka terlambat menyelamatkan diri karena membantu mertua yang lansia,” ujarnya kepada Bernama.
Kisah Saksi Mata: Panik dan Kepulan Api
Intan Shafinaz, warga Puchong, mengira ledakan tersebut adalah gempa bumi. “Saya menyambar kedua anak saya dan lari keluar rumah. Panas di luar sangat tidak wajar, tidak seperti terik matahari biasa,” katanya kepada The Rakyat Post.
Fikri Faisal, yang sedang berkendara 8 kilometer dari lokasi, menggambarkan pemandangan itu seperti “melihat kiamat”. “Api membumbung tinggi di cakrawala, sungguh mengerikan,” ujarnya.
Investasi dan Kerusakan Infrastruktur
Pipa yang meledak mencakup ruas 210 hingga 212 dengan total panjang 32 kilometer (18 km ruas 210-211 dan 14 km ruas 211-212). Petronas menyatakan pipa tersebut sudah dinonaktifkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemerintah setempat masih memantau kondisi udara pascakebakaran, sementara warga yang kehilangan rumah sementara tinggal di pusat evakuasi. Dukungan logistik seperti makanan, selimut, dan layanan kesehatan terus disalurkan.
Peristiwa ini menjadi peringatan tentang pentingnya keamanan infrastruktur energi, terutama di area permukiman padat penduduk.
Sumber: AP, Reuters, Bernama, dan sumber terpercaya lain.
Baca juga: