• Berita
  • Kalahkan Standar Modern, Plaza Seremoni IKN Sabet “Honour Award” Lanskap Berkelanjutan
Berita

Kalahkan Standar Modern, Plaza Seremoni IKN Sabet “Honour Award” Lanskap Berkelanjutan

Desain kota hutan diakui dunia, Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan IKN sukses sabet penghargaan internasional MLAA 2026 di Malaysia.

Plaza Seremoni IKN berhasil meraih penghargaan internasional Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category). (Foto : Humas OIKN)

NUSANTARA – Desain arsitektur dan tata ruang Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Plaza Seremoni, yang menjadi ikon ruang publik di kawasan inti pemerintahan baru, berhasil menyabet penghargaan bergengsi Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category).

Penghargaan internasional ini menjadi pengakuan atas kualitas tata lanskap Sumbu Kebangsaan yang dinilai sukses mengawinkan aspek estetika modern, fungsi ruang publik inklusif, serta komitmen terhadap prinsip kota hutan berkelanjutan (sustainable forest city).

Capaian prestisius ini sekaligus memperkuat posisi Nusantara sebagai kota yang nyaman dan layak huni (liveable and loveable city). Langkah progresif ini sejalan dengan cetak biru Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik nasional pada tahun 2028 mendatang.

Komitmen 3 Pilar Nusantara

Plaza Seremoni terletak tepat di muka Istana Negara dan Istana Garuda. Kawasan Sumbu Kebangsaan ini dikembangkan sebagai reinterpretasi modern dari konsep alun-alun tradisional Indonesia, yakni berfungsi sebagai pusat aktivitas kenegaraan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pengerjaan fisik di Nusantara sejak awal dirancang dengan memegang teguh batas keseimbangan antara kualitas infrastruktur dan kelestarian ekologi sekitar.

“Kami memiliki 3 pilar utama dalam pembangunan Nusantara, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan,” ujar Basuki Hadimuljono dalam pernyataannya, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Lebih dari sekadar arena upacara protokoler, Plaza Seremoni diarsitekturi sebagai ruang publik inklusif yang hidup. Otorita telah melengkapinya dengan berbagai fasilitas publik komunal, mulai dari amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki (pedestrian) yang ramah, jalur pesepeda, area hijau, hingga galeri khusus untuk UMKM lokal.

Selaras dengan Kontur Alami Lahan

Salah satu parameter utama penentu kemenangan di ajang MLAA 2026 adalah penerapan prinsip ekologis yang ketat pada desain kawasan. Alih-alih merombak total topografi hutan, pembangunan Plaza Seremoni justru memanfaatkan kontur alami lahan serta mempertahankan sistem tata air (catchment area) eksisting.

Strategi ini terbukti ampuh dalam menjaga keseimbangan hidrologi mikro sekaligus mempertegas identitas Nusantara sebagai kota modern yang tumbuh selaras dengan alam Kalimantan.

Sebagai informasi, Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada 14 Agustus 2024 silam. Penghargaan internasional ini menegaskan bahwa megaproyek Indonesia mampu menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota masa depan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup manusia.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar