• Pariwara
  • Ananda Emira Moeis Desak Pemprov Gencarkan Sosialisasi GratisPol: “Jangan Biarkan Pelajar di Pelosok Tertinggal Informasi”
Pariwara

Ananda Emira Moeis Desak Pemprov Gencarkan Sosialisasi GratisPol: “Jangan Biarkan Pelajar di Pelosok Tertinggal Informasi”

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis sebut banyak warga di daerah terpencil belum memahami program GartisPol.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. (Foto : Humas DPRD Kaltim)

SAMARINDA – Program pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, GratisPol, dinilai belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengungkapkan bahwa masih banyak warga, terutama di daerah terpencil yang tidak memahami cara kerja, manfaat, bahkan perbedaan program ini dengan skema pendidikan sebelumnya.

“Potensi GratisPol luar biasa, tapi kalau masyarakat bingung mengaksesnya, maka ini bukan solusi, melainkan sumber ketimpangan baru,” ujar Ananda dalam keterangannya pada 25 Juni 2025.

DPRD Kaltim: Pemerataan Infrastruktur di Kukar Harus Nyata

Dalam berbagai kunjungannya ke pelosok daerah, Ananda mendapati banyak keluarga yang tidak tahu bagaimana cara mendaftar, siapa yang berhak menerima, dan apa bentuk bantuan yang tersedia. Kebingungan ini, kata dia, diperparah oleh kurangnya penyuluhan dan informasi yang menjangkau langsung ke akar rumput.

“Masalahnya bukan di anggaran, tapi di komunikasi. Kalau yang tinggal dekat kota saja yang dapat informasi, bagaimana dengan pelajar di kampung-kampung yang belum punya akses internet?” tegasnya.

Ananda menekankan bahwa keadilan dalam pendidikan bukan hanya soal angka anggaran, melainkan bagaimana memastikan semua anak—terlepas dari lokasi atau latar belakang—punya peluang yang sama.

“GratisPol bukan sekadar kebijakan, ini soal masa depan anak-anak Kaltim. Pemerintah harus aktif turun ke lapangan, bukan hanya mengumumkan lewat website atau surat edaran,” ungkap politisi muda dari PDI Perjuangan itu.

DPRD Kaltim: Pemerataan Infrastruktur di Kukar Harus Nyata

Ia mendorong agar sosialisasi dilakukan tidak hanya oleh dinas terkait, tapi juga menggandeng sekolah, tokoh masyarakat, hingga media lokal untuk menyebarkan informasi secara intensif dan berkelanjutan.

Sebagai catatan, program GratisPol menggelontorkan anggaran hampir Rp795 miliar untuk pembiayaan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Meski begitu, Ananda menilai angka besar itu tidak akan berdampak jika tak diikuti dengan distribusi informasi yang merata.

“Kalau informasinya hanya diketahui oleh segelintir orang, maka siapa yang sebetulnya kita bantu? GratisPol harus hadir di setiap rumah, bukan hanya di rapat-rapat dinas,” tandasnya.

Picture of DPRD Kaltim
DPRD Kaltim
Artikel kerja sama DPRD Kaltim dengan ProPublika.id.
Bagikan
Berikan Komentar