BALIKPAPAN – Persib Bandung menutup putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen. Tim berjuluk Maung Bandung ini mengumpulkan 38 poin dari 17 pertandingan yang sudah dijalani.
Yang spesial, Persib memastikan posisi sebagai juara paruh musim dengan mengalahkan musuh bebuyutan Persija Jakarta dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore.
Sepanjang putaran pertama kemarin, Persib mencatatkan 12 kemenangan, dua hasil seri, dan tiga kekalahan. Tiga kekalahan Persib diderita saat melawan Persijap (1-2), Persita (1-2), dan Malut United (0-2).
Skuat arahan Bojan Hodak ini juga menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit selama putaran pertama. Dari 17 laga, Persib hanya kebobolan 11 gol. Lini serang Maung Bandung juga terbilang cukup tajam. Dalam 17 laga, 27 gol berhasil dicetak.
Di peringkat kedua klasemen, Borneo FC Samarinda menguntit Persib dengan koleksi 37 poin. Performa Borneo FC yang sempat mencatatkan rekor 11 kemenangan beruntun belakangan memang sedikit menurun. Dalam enam pertandingan terakhir, Borneo FC hanya mampu sekali memetik kemenangan. Itu diperoleh saat Borneo FC membekap PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 di Segiri. Satu hasil seri dipetik Borneo FC saat away ke markas Persebaya Surabaya.
Terakhir, Pesut Etam dipaksa menyerah 0-2 saat melawan Persita Tangerang, 9 Januari 2026.
Tak cuma menciptakan rekor kemenangan, Borneo juga menjadi salah satu tim paling produktif musim ini dengan 31 gol dan hanya kebobolan 16 kali. Produktivitas gol Borneo FC hanya kalah dari Malut United (33 gol) dan Persija (32 gol).
Di peringkat ketiga ada Persija Jakarta, yang sepanjang putaran pertama kemarin sukses mengumpulkan 35 poin dari 17 pertandingan. Persija mencatatkan 11 kemenangan, dua hasil seri, dan empat kekalahan. Kekalahan terakhir diderita saat tandang ke markas Persib Bandung, 11 Januari 2026.
Malut United, tim yang baru dua musim terakhir berlaga di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, kembali tampil mengejutkan. Tim bertabur bintang ini menutup putaran pertama di peringkat keempat klasemen dengan 34 poin. David da Silva cs mencatatkan 10 kemenangan, empat seri, dan tiga kekalahan.
Tak hanya persaingan di papan atas, persaingan untuk lolos dari jerat degradasi musim ini juga layak disimak. Tiga tim terbawah saat ini diisi Persis Solo (16), Semen Padang FC (17), dan Persijap Jepara (18). Jika tak ingin terlempar ke Pegadaian Championship musim depan, ketiga tim wajib berbenah pada putaran kedua nanti.
Kejutan Persita dan PSIM Yogyakarta
Persita dan PSIM Yogyakarta menjadi dua tim yang tampil cukup mengejutkan musim ini. Masing-masing berada di peringkat kelima dan keenam klasemen sementara BRI Super League.
Persita yang kini dilatih Carlos Pena tampil sangat konsisten sepanjang putaran pertama. Tim yang bermarkas di Indomilk Arena ini mencatatkan sembilan kemenangan, empat seri, dan empat kekalahan.
Persita sejatinya tampil kurang meyakinkan pada awal musim. Dari tiga pertandingan awal, tim yang identik dengan warna ungu ini menelan dua kekalahan dan satu hasil seri, termasuk kekalahan telak 0-4 saat jumpa Persija Jakarta.
Namun perlahan tapi pasti, Hoki Caraka dan kawan-kawan tampil semakin konsisten dan solid, termasuk mencatat empat kemenangan beruntun sebelum menutup putaran pertama. Persita menutup putaran pertama dengan 31 poin dan duduk di peringkat kelima klasemen.
PSIM Yogyakarta, di bawah Jean-Paul van Gastel, juga tampil mengejutkan musim ini. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Mataram mampu menjungkalkan tim kuat seperti Persebaya, menahan Arema FC dan Persib Bandung, serta mengalahkan Malut United 2-0 di kandang.
Saat ini PSIM bercokol di peringkat keenam klasemen BRI Super League dengan koleksi 30 poin. Dari 17 pertandingan, Ze Valente dan kawan-kawan sukses memetik delapan kemenangan, enam hasil seri, dan hanya tiga kali menelan kekalahan.
Anomali Dewa United
Kejutan juga ditunjukkan Dewa United Banten FC, yang kesulitan menemukan performa terbaiknya. Menutup putaran pertama, Egy Maulana cs harus puas duduk di peringkat ke-11 klasemen dengan 20 poin.
Dari 17 pertandingan, Dewa United menelan sembilan kekalahan dan hanya mampu enam kali menang. Gawang Dewa juga terbilang cukup rapuh. Dalam 17 laga, Dewa United kebobolan 24 gol. Apa yang ditunjukkan Dewa United musim ini berbanding terbalik dengan performa mereka saat menjadi runner-up musim lalu.

