SLEMAN – Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan, mengakui timnya belum tampil optimal saat takluk 0-2 dari tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/2/2026) malam.
Rahmad menilai secara permainan anak asuhnya sebenarnya mencoba mengambil inisiatif sejak menit awal. Namun, masalah utama muncul pada koordinasi antarlini yang kurang rapat sehingga memberi ruang bagi PSS untuk menguasai bola kedua, terutama di sektor tengah.
“Kami berusaha menekan lebih dulu dan menjaga garis pertahanan cukup tinggi. Tetapi jarak antar lini tidak konsisten. Itu membuat lawan lebih leluasa mengontrol permainan di momen-momen krusial,” ujarnya.
Menurut dia, Persipura sempat membangun beberapa fase serangan dengan cukup baik. Hanya saja, transisi dari bertahan ke menyerang belum berjalan efektif. Situasi itu membuat peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Rahmad juga menyebut pergantian pemain yang dilakukan di babak kedua merupakan upaya untuk meningkatkan agresivitas dan keseimbangan tim. Namun, ia mengakui PSS tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
“Selamat untuk PSS. Mereka bermain disiplin dan mampu memaksimalkan kesempatan yang ada,” katanya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih yang akrab disapa RD itu menegaskan kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya. Ia menekankan tanggung jawab tidak hanya berada di pundak pemain, tetapi juga dirinya sebagai pelatih.
“Kami harus segera berbenah. Hasil ini tentu tidak kami harapkan, tetapi kompetisi masih berjalan dan kami harus bangkit di laga berikutnya,” tegasnya.
