• Olahraga
  • Antusiasme Peserta Warnai Festival Olahraga Disabilitas Kaltim
Olahraga

Antusiasme Peserta Warnai Festival Olahraga Disabilitas Kaltim

493 peserta meramaikan Festival Olahraga Disabilitas Balikpapan, dorong ruang prestasi anak-anak difabel.

Antusiasme peserta pada Festival Olahraga Disabilitas garapan NPCI Kaltim di Balikpapan. (Foto : Propublika.id)

BALIKPAPAN – Festival Olahraga Disabilitas, yang digelar di Balikpapan menjadi momentum penting bagi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Timur untuk memperluas sosialisasi wadah olahraga bagi anak-anak difabel. Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak disabilitas juga memiliki ruang untuk berprestasi di bidang olahraga.

“Alhamdulillah festival ini salah satu tujuan kami untuk sosialisasi. Menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa anak-anak difabel itu punya wadah olahraga. Pemerintah sudah menyetarakan olahraga prestasi, baik yang ada di KONI maupun NPCI,” kata Suharyanto, Sabtu (29/8/2025).

Menurutnya, NPCI terus mendorong agar masyarakat ikut berperan menemukan potensi atlet difabel di lingkungan sekitar. “Kami sudah menyampaikan ke semua pihak, siapa tahu ada tetangga, keluarga, atau anak disabilitas siapa pun itu, bahwa ini ada wadahnya olahraga namanya NPCI,” ujarnya.

Festival di Balikpapan kali ini diikuti 493 peserta. Antusiasme meningkat dibanding sebelumnya, meski sebagian besar peserta masih berasal dari sekolah luar biasa (SLB). Suharyanto menilai anak-anak inklusi di sekolah umum sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum banyak terlibat.

“Ini tidak termasuk anak inklusi, hanya SLB. Padahal anak inklusi banyak di sekolah-sekolah umum. Tapi tidak apa-apa, kami sampaikan jika ada talent scouting lagi bisa diikutkan,” jelasnya.

Festival serupa, kata dia akan digelar bergiliran di seluruh kabupaten dan kota, kecuali Mahakam Ulu yang tidak memiliki SLB. Beberapa cabang olahraga diperkenalkan dalam kegiatan ini, seperti tenis meja, catur, boccia, bulutangkis, hingga anggar.

Di sisi lain, persiapan menuju Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) juga tengah dilakukan. Pemusatan latihan (TC) akan digelar awal Oktober selama satu bulan di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

“Tadinya atletik dan renang mau di Samarinda, tapi karena fasilitasnya tidak memadai, jadi dialihkan semua ke Tenggarong. Sampai sekarang cabor yang dipertandingkan ada empat: atletik, tenis meja, renang, dan bulutangkis. Untuk boccia masih menunggu konfirmasi,” terang Suharyanto.

Ia menambahkan, tantangan terbesar Kaltim adalah keterbatasan jumlah atlet yang bisa diturunkan. Beberapa cabang, seperti renang, sudah tidak bisa diikuti oleh atlet pelajar. “Kami memang cukup kesulitan. Apalagi yang renang sudah bukan pelajar lagi. Hanya kami andalkan atlet-atlet lain seperti Kirana dan beberapa atlet pelajar lainnya. Jadi itu memang tantangan kita,” tutupnya.

Baca juga :

Picture of Hutama Ian
Hutama Ian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar