#KawalPutusanMK: Kemarahan yang Berseri
Di ruang virtual, aktivisme digital turut serta mengemakan #KawalPutusanMK. Lebih dari 1,85 juta cuitan dalam dua hari ini.
Di ruang virtual, aktivisme digital turut serta mengemakan #KawalPutusanMK. Lebih dari 1,85 juta cuitan dalam dua hari ini.
Politik Indonesia bisa dipandang melalui lakon wayang. Sudut pandang itu bisa dipakai untuk memahami posisi dan karakter aktor politik.
Dengan bercakap-cakap lebih banyak, antargenerasi seharusnya saling berempati dan berdialog untuk merumuskan aksi bersama perubahan iklim, sesegera mungkin.
Bertahan di tengah kepungan bencana bukanlah pilihan yang mudah. Apalagi, perubahan iklim menyebabkan perempuan, anak, orang difabel, lansia, masyarakat adat, dan kelompok lainnya berisiko mengalami Kekerasan Berbasis Gender (KBG).
Meski pemerintah mengatakan bahwa kenaikan peringkat ini berkat UU Ciptaker, laporan tersebut tidak mengatribusikan aturan berbentuk Omnibus Law ini sebagai alasan kenaikan.
Kritik atas tulisan Ulil Abshar Abdalla di Kompas.id berjudul "Isu Tambang, antara Ideologi dan Fikih".
Upaya memelihara ikan pemakan jentik nyamuk perlu dilakukan dengan benar, baik jenis ikannya dan lokasinya.
Seorang pemimpin seharusnya membuat kebijakan untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompoknya. Mari meniliknya dari lakon 'Petruk dadi ratu'.
Mungkin banyak yang lupa bahwa tak sedikit pula dosen yang bekerja di perguruan tinggi swasta (PTS), yang dalam kesehariannya tidak dilindungi undang-undang dalam masalah pendapatan. Mari meniliknya melalui tagar #janganjadidosen.
Sebagai ahli dan peneliti media, saya melihat Indonesia juga menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan sebelum menjalankan Perpres 'Publisher's Rights'.