BALIKPAPAN– Sebanyak 2.900 penumpang dari tiga armada kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada H+5 Lebaran, Kamis (26/3/2026). Jumlah ini menjadi pembuka gelombang arus balik yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada 29 dan 30 Maret mendatang.
Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengonfirmasi bahwa pada Kamis terdapat tiga armada besar yang dijadwalkan bersandar di dermaga Semayang. Hingga sore hari, KM Dorolonda dari Pantoloan, Palu, telah merapat, yang nantinya akan disusul oleh KM Lambelu serta KM Bukit Siguntang dari Nunukan, Kalimantan Utara.
“Total sekitar 2.900-an penumpang yang turun di Semayang hari ini,” jelas Ridwan saat memberikan keterangan terkait situasi terkini di pelabuhan.
Ridwan menambahkan bahwa tren pertumbuhan penumpang tahun ini berada di angka 10 hingga 15 persen. Meski terjadi lonjakan, ia menjamin seluruh penumpang akan terakomodasi berkat adanya armada tambahan. “Kami sudah antisipasi dengan tambahan ekstra dan kami pastikan semua penumpang terangkut,” tegasnya.

Menanti Puncak Arus Balik dari Surabaya
Kepadatan yang terjadi hari ini diprediksi hanyalah awal. Ridwan memproyeksikan ledakan jumlah penumpang akan terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026. Fokus utama tertuju pada kedatangan dua kapal besar dari Surabaya, yakni KM Dorolonda dan KM Dobonsolo.
“Masing-masing kapal membawa sekitar 2.900 penumpang, jadi akan ada total 5.800 penumpang yang tiba di Balikpapan pada puncak arus balik nanti,” papar Ridwan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas I Balikpapan, Agustinus Simanjuntak, juga meramalkan jadwal kedatangan dari Surabaya tersebut sebagai titik puncak mobilitas warga.
Berdasarkan data Posko Angkutan Laut periode 13 hingga 22 Maret 2026, tercatat sebanyak 28 kapal telah melayani rute di Semayang dengan total 29.826 penumpang naik dan 7.926 penumpang turun.
“Pertumbuhan jumlah penumpang tahun ini tercatat naik sebesar 8,94 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu,” pungkas Agustinus.
Angka ini menunjukkan bahwa jalur laut tetap menjadi pilihan utama bagi pemudik di wilayah Kalimantan Timur pada musim Lebaran 2026.
