NUSANTARA – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja perdananya ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Senin (13/1/2026). Ini merupakan kunjungan perdana Prabowo sebagai presiden pascapelantikan pada Oktober 2024.
Kehadiran kepala negara ini menjadi sinyal komitmen pemerintah dalam mengejar target IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 mendatang.
Presiden tiba di lapangan Istana Presiden IKN sekitar pukul 18.45 Wita menggunakan helikopter kepresidenan setelah meresmikan proyek RDMP di Balikpapan. Setibanya di lokasi, Prabowo sempat mengagumi kualitas infrastruktur hijau di area istana.
“Bagus sekali,” ujar Prabowo saat pertama kali menginjakkan kaki di lapangan tersebut.
Presiden menginap di Swissotel Nusantara sebelum melanjutkan agenda peninjauan lapangan pada Selasa, 13 Januari 2026 pagi. Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri kunci, termasuk Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Memasuki Tahap Dua: Fokus Legislatif dan Yudikatif
Sejak medio 2025 dan memasuki tahun 2026, pembangunan IKN beralih ke tahap dua. Jika sebelumnya fokus tertuju pada istana dan kantor eksekutif, kini prioritas bergeser pada pembangunan kompleks lembaga legislatif (DPR/DPD) di sisi timur laut istana, serta lembaga yudikatif (MA, MK, KY) di sisi barat daya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa skala pembangunan akan meningkat drastis. Jika pada 2025 terdapat sekitar 7.000 pekerja konstruksi, kini jumlahnya akan dilipatgandakan.
“Pada tahap kedua, jumlah pekerja diperkirakan mencapai 20.000 orang untuk mempercepat pembangunan IKN,” kata Basuki.
Progres Fisik dan Pendanaan
Berdasarkan data Otorita IKN, infrastruktur dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menunjukkan perkembangan yang sangat positif:
- Akses Jalan: Pembangunan jalan utama (1B – 1C) yang menghubungkan berbagai kawasan fungsional telah mencapai rata-rata progres 99 persen.
- Hunian & Kantor: Hingga akhir 2025, sedikitnya 2.000 ASN dilaporkan sudah berkantor di IKN.
- Pembiayaan: Pembangunan periode 2025-2028 akan ditopang oleh tiga sumber utama:
- APBN: Rp 48,8 triliun.
- KPBU: Estimasi Rp 158,72 triliun per Oktober 2025.
- Investasi Swasta: Estimasi Rp 66,3 triliun per Oktober 2025.
Baca juga:
