• Berita
  • Motor Brebet Usai Isi BBM di SPBU Samarinda, Polisi Ambil Sampel
Berita

Motor Brebet Usai Isi BBM di SPBU Samarinda, Polisi Ambil Sampel

Keluhan motor brebet mendadak ramai di Samarinda usai isi BBM. Polisi selidiki kualitas bahan bakar. Pertamina klaim semua sesuai standar.

Motor Brebet Usai Isi BBM di SPBU Samarinda, Polisi Ambil Sampel
Ilustrasi: Nozel BBM Pertamina. (Foto: Pertamina)

SAMARINDA – Sejumlah pemilik motor di Samarinda, Kalimantan Timur, ramai mengeluhkan kendaraan mereka brebet (tersendat) usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat. Polresta Samarinda turun tangan dengan mengambil sampel BBM untuk diuji di laboratorium guna mengusut penyebabnya.

Sejak Lebaran 2025 hari pertama, 31 Maret 2025, keluhan motor brebet hingga mogok ramai diunggah warga di media sosial. Masalah ini muncul setelah mereka mengisi Pertamax atau Pertalite di SPBU Samarinda.

“Kami sudah ambil sampel semua jenis BBM untuk diuji di laboratorium,” kata Kepala Satreskrim Polresta Samarinda, Komisaris Dicky Anggi Pranata, Rabu (2/4/2025).

Dicky menjelaskan, selain mengambil sampel, kepolisian juga mengecek takaran pengisian BBM. Sejauh ini, dari sejumlah SPBU yang diperiksa, tidak ada masalah dalam takaran.

Polisi pun menghubungi pemilik akun media sosial yang mengeluh motor brebet. Namun, belum ada yang merespons.

Ia meminta korban melapor secara resmi agar investigasi lebih komprehensif. Pemeriksaan meliputi takaran BBM dan pengambilan sampel seluruh jenis bahan bakar.

Pertamina: BBM Sesuai Standar

Menanggapi hal ini, Edi Mangun, Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menyatakan hasil uji internal menunjukkan kualitas BBM di Samarinda normal. “Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo memenuhi standar Dirjen Migas,” tegas Edi.

Pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi PT Kilang Pertamina Internasional Balikpapan. Parameter seperti kadar oktan, kestabilan, dan emisi dinyatakan sesuai spesifikasi.

Edi menyatakan, Pertamina berkomitmen mendistribusikan BBM berkualitas sesuai standar yang berlaku. Laporan dan keluhan masyarakat, kata dia, akan langsung ditindaklanjuti.

Aji (43), salah satu korban, mengaku motor matic-nya mogok usai diisi Pertamax. “Tidak bisa nyala pakai starter atau kick starter. Akhirnya saya mudik pakai motor saudara,” ujarnya.

Kejadian ini terjadi Senin (31/3/2025), saat bengkel tutup. Baskara enggan menyimpulkan BBM sebagai satu-satunya penyebab. Ia akan memastikannya setelah motor diperiksa di bengkel.

Namun, ia berharap pemerintah dan Pertamina serius menelusuri masalah ini. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium. Warga diimbau melapor ke polisi jika mengalami motor brebet pasca-isi BBM untuk memperkuat investigasi.

Baca juga:

Picture of FX Jarwo
FX Jarwo
Jurnalis dan penulis konten ProPublika.id. Menggemari isu lingkungan, masyarakat adat, dan hak asasi manusia. Ia pun menulis hal-hal ringan mengenai perjalanan, tips, dan pengetahuan umum dari berbagai sumber.
Bagikan
Berikan Komentar