• Berita
  • Dua Insiden, Empat Korban Jiwa: KSOP Balikpapan Lakukan Investigasi Menyeluruh
Berita

Dua Insiden, Empat Korban Jiwa: KSOP Balikpapan Lakukan Investigasi Menyeluruh

KSOP Balikpapan telah menerjunkan Marine Inspector dan PPNS untuk memeriksa penerapan standar operasional prosedur (SOP) di atas kapal

KM Dharma Kartika IX saat sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) kemarin. Kapal sempat mengalami kemiringan yang menyebabkan tiga penumpang tewas. (Foto ; Propublika.id)

BALIKPAPAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan melakukan investigasi menyeluruh menyusul rangkaian kecelakaan kerja di sektor pelayaran yang menewaskan empat orang dalam kurun tiga hari terakhir. Investigasi mencakup insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX serta kecelakaan kerja fatal di KM Madani Nusantara.

Insiden pertama terjadi pada Selasa (27/1/2026) pagi, ketika KM Dharma Kartika IX mengalami kemiringan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia, yakni Idham Rapi, Nur Lina, dan Nina.

Sehari berselang, Rabu (28/1/2026) malam, kecelakaan kerja kembali terjadi di atas KM Madani Nusantara yang sedang melakukan proses pemuatan. Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Dony Wiranatta (21) dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt. Weku Frederik Karuntu mengatakan pihaknya telah menerjunkan Marine Inspector dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memeriksa penerapan standar operasional prosedur (SOP) di atas kapal.

“Kami memeriksa penerapan SOP, tidak hanya di atas kapal, tetapi juga manajemen perusahaan pelayaran. Audit dilakukan untuk memastikan sistem manajemen perusahaan benar-benar diimplementasikan di kapal,” ujar Capt. Weku, Rabu (28/1/2026).

Terkait kemiringan KM Dharma Kartika IX, KSOP menduga penyebab awal berkaitan dengan proses penurunan ramp door. Menurut Weku, bobot ramp door yang dapat mencapai ratusan kilogram hingga beberapa ton berpotensi memicu kemiringan kapal. Meski demikian, kemiringan akibat pembukaan ramp door saat sandar masih tergolong wajar, bergantung pada kondisi muatan.

“Namun, kembali lagi pada kondisi muatan saat kejadian,” ujarnya.

KSOP juga menduga adanya pengaruh beban muatan yang tidak sesuai terhadap stabilitas kapal. Kepolisian turut melibatkan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan untuk mengecek kemungkinan keberadaan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sebagai salah satu faktor penyebab.

Capt. Weku menegaskan, sanksi administratif akan diberlakukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap International Safety Management (ISM) Code. Selain aspek teknis kapal, kepatuhan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi fokus utama dalam audit.

“Pemeriksaan awal menunjukkan SOP sudah berjalan. Namun, kami akan memastikan apakah personel di lapangan benar-benar memahami dan menerapkan SOP tersebut, termasuk faktor eksternal seperti kondisi muatan truk yang saat ini ditangani kepolisian,” pungkasnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar