BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Balikpapan dan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur masih berada dalam periode musim hujan pada Januari 2026. Khusus Balikpapan, BMKG menyebut bulan ini sebagai puncak musim hujan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan prakiraan tersebut didasarkan pada hasil monitoring dan analisis data pengamatan cuaca di Kalimantan Timur.
“Berdasarkan hasil monitoring dan analisis data pengamatan cuaca, wilayah Kalimantan Timur pada bulan Januari masih berada pada periode musim hujan. Khusus Kota Balikpapan, Januari ini merupakan periode puncak musim hujan,” ujar Carolina di Balikpapan, Kamis (8/1/2026) pagi.
BMKG juga mencatat potensi terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh topografi Kalimantan Timur yang memiliki wilayah pesisir di bagian timur serta kawasan perbukitan dan pegunungan di bagian barat, seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
“Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Samarinda,” kata perempuan yang akrab disapa Olin ini.
Selain itu, BMKG mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah rawan. Di Kota Balikpapan, beberapa kawasan telah dipasangi rambu rawan banjir oleh pemerintah setempat sebagai langkah antisipasi.
Untuk kondisi kelautan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kalimantan Timur masih tergolong rendah. “Pada sepekan ke depan atau selama Januari ini, tinggi gelombang di wilayah pesisir Kalimantan Timur diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter,” ujar Olin.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau kewaspadaan terhadap potensi angin kencang di wilayah perairan. Angin dengan kecepatan hingga 40 kilometer per jam berpotensi meningkatkan dampak tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur.
BMKG juga telah menyampaikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG.
“Masyarakat dapat mengakses langsung informasi peringatan dini cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun media sosial BMKG. Informasi ini juga telah kami sampaikan kepada pemangku kepentingan terkait keselamatan dan keamanan di Kalimantan Timur,” katanya.
Terkait curah hujan, Olin menjelaskan bahwa secara umum curah hujan di Kalimantan Timur pada Januari 2026 diprediksi berada dalam kategori normal. Namun, akumulasi curah hujan bulanan dapat mencapai 150–200 milimeter.
“Ketika terjadi hujan lebat, curah hujan yang terukur biasanya di atas 50 milimeter dan itu dikategorikan sebagai hujan lebat,” ujarnya.
