BALIKPAPAN — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Balikpapan memperketat pengawasan pintu masuk Kalimantan Timur menyusul laporan peningkatan kasus influenza A subtipe H3N2 atau yang dikenal sebagai “super flu” di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Hingga kini, belum ditemukan kasus terkonfirmasi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Kepala BKK Balikpapan Bangun Cahyo mengatakan, seluruh penumpang internasional yang masuk ke wilayah Kaltim wajib mengisi aplikasi All Indonesia. Data tersebut digunakan untuk mendeteksi awal gejala penyakit menular, seperti batuk, pilek, dan demam, serta riwayat perjalanan dari negara asal.
“Setelah penumpang mengisi aplikasi, datanya masuk ke sistem kami untuk dianalisis. Jika ada yang dicurigai, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Bangun, Rabu (7/1/2026).
Selain itu, BKK Balikpapan juga memasang pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di bandara guna mengantisipasi masuknya penumpang dengan gejala influenza. Pengawasan diperkuat dengan pemeriksaan sentinel Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit mirip influenza bagi pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala.
“Jika ditemukan tanda-tanda influenza, kami akan mengambil sampel spesimen untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Jakarta guna dilakukan genome sequencing, untuk memastikan jenis virusnya,” ujarnya.
Pastikan Balikpapan Aman dari Super Flu
Bangun menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah menjalankan program surveilans sentinel ILI secara rutin di berbagai daerah, termasuk di Balikpapan. Sejumlah puskesmas ditunjuk untuk mengambil spesimen dari pasien dengan gejala batuk, pilek, dan influenza, yang kemudian diperiksa untuk mengetahui jenis virus, seperti H3N2, H5N1, H5N5, atau lainnya.
Surveilans tersebut mencakup kasus dari luar negeri maupun dalam negeri. “Kalau memang ada gejala yang mengarah ke influenza, pasti kita ambil sampelnya. Tapi kita pastikan dulu apakah benar itu influenza atau bukan,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini terdapat laporan peningkatan kasus influenza di tiga provinsi, di antaranya Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Situasi ini membuat pengawasan di Balikpapan, termasuk untuk penerbangan domestik, tetap dilakukan secara ketat.
“Untuk penerbangan domestik, kami melakukan pemantauan visual dan berkoordinasi dengan maskapai. Jika ada penumpang dengan gejala penyakit menular, pihak maskapai akan menyampaikan kepada kami,” ujar Bangun.
Hingga saat ini, hasil pemantauan di Bandara SAMS Sepinggan menunjukkan kondisi aman. “Berdasarkan data kami, pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah kita rata-rata berstatus hijau, artinya dalam kondisi sehat. Belum ada kasus yang dipastikan,” katanya.
Sempat Tangani ABK Asal Australia
Bangun menambahkan, sebelumnya sempat dilakukan evakuasi terhadap seorang anak buah kapal (ABK) asing dari kapal asal Australia sekitar dua bulan lalu. Namun, hasil pemeriksaan all patogen menyeluruh tidak menemukan adanya virus influenza.
“ABK tersebut sempat dikarantina di salah satu rumah sakit, lalu kami ambil sampel dan lakukan pemeriksaan. Hasilnya negatif,” ungkap Bangun.
Ia menegaskan, influenza merupakan penyakit yang bersifat endemis dan sudah lama ada di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara intensif. “Kalau ada gejala yang mengarah ke influenza, kami imbau menggunakan masker, karena kita belum tahu apakah itu H3N2 atau flu biasa,” katanya.
Terkait tingkat keparahan, Bangun menyebutkan belum ditemukan kasus dengan tingkat fatalitas atau kematian. “Fatality belum ada. Angka kesakitannya memang cukup banyak, dan proses penyembuhannya bisa lebih lama,” ujarnya.
