• Berita
  • Basuki Ancam Setop Proyek yang Kotori Jalanan IKN
Berita

Basuki Ancam Setop Proyek yang Kotori Jalanan IKN

Otorita IKN ancam hentikan batching plant yang cemari jalan dengan debu, tuntut konstruksi bersih dan tertib.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memimpin Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi untuk memastikan kedisiplinan pelaksanaan proyek di kawasan IKN. (Foto : Humas OIKN)

SEPAKU Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyoroti serius persoalan debu yang dihasilkan oleh aktivitas batching plant dalam kawasan pembangunan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengeluarkan peringatan keras kepada para penyedia jasa konstruksi yang tidak menjaga kebersihan jalan di sekitar lokasi proyek.

“Saya akan kerasin. Batching plant yang masih mengotori jalan akan saya stop. Minimal dua bulan saya hentikan. Supaya penyedia jasa tahu bahwa kita serius soal kebersihan,” tegas Basuki dalam arahannya pada Pre-Construction Meeting (PCM) terintegrasi, Rabu (3/7/2025).

Debu dari batching plant dan tumpahan material konstruksi menjadi keluhan yang terus berulang. Basuki menyoroti praktik pengangkutan tanah dan batu split yang tidak ditutup dengan terpal, sehingga material sering tercecer di sepanjang jalan menuju kawasan IKN, termasuk di jalur utama dari Sumbu Barat ke Sepaku.

“Saya tidak ingin melarang, tapi muatan tanah dan split itu harus ditutup terpal. Dari Sumbu Barat ke Sepaku itu banyak split tumpah di jalan. Tolong ini diperhatikan. Kita harus memberi contoh pembangunan yang tertib,” katanya.

Basuki juga menginstruksikan agar tanjakan-tanjakan seperti di kawasan Polewali dijaga kebersihannya, demi mencerminkan pembangunan yang tertib dan berkelanjutan.

Selain kebersihan jalan, PCM yang digelar Otorita IKN juga menyoroti persoalan estetika lanskap dan penanaman pohon. Basuki menyayangkan banyaknya tanaman yang masih dibungkus karung atau plastik, sehingga akarnya tidak dapat berkembang optimal.

“Saya mohon dengan sangat, bongkar itu satu per satu, ambil karungnya, tanam lagi dengan benar. Jangan sampai dua tahun jadi sia-sia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pola tanam diperhatikan agar sesuai dengan karakteristik masing-masing tanaman.

PCM kali ini membahas dua paket utama pekerjaan: Penataan Kawasan Sepaku dan Penataan Kawasan Olahraga serta Ruang Terbuka Hijau. Keduanya mencakup pembangunan pasar, pos pengamanan, taman anggrek, pusat riset, hingga fasilitas PSSI di kawasan KIPP. Semua proyek ini dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Basuki menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa pekerjaan besar lainnya segera dimulai, termasuk 15 proyek multi-years yang mencakup pembangunan gedung legislatif, jalan yudikatif, embung, dan infrastruktur lainnya. Ia menegaskan bahwa para kontraktor harus menjaga disiplin dan tidak mengulur waktu.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar