Samarinda — Ramainya arus kendaraan di jalur Jongkang–Loa Lepu, Kutai Kartanegara, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai geliat warga yang mulai membuka lapak dan warung di sepanjang jalur tersebut adalah tanda potensi besar yang harus segera ditangkap pemerintah.
“Sudah ada langkah dari warga. Sekarang pemerintah yang harus menyusul dengan kebijakan penataan yang terarah,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).
Ia menilai keberadaan jalan yang kini bisa ditempuh hanya sekitar 20 menit—jauh lebih cepat dari sebelumnya—merupakan modal penting untuk menghidupkan kawasan tersebut sebagai ruang wisata kuliner dan pusat ekonomi kreatif.
“Dengan akses yang lebih efisien, kawasan ini bisa jadi magnet baru, bukan hanya bagi warga lokal tapi juga bagi pengunjung dari luar,” jelasnya.
Namun, Salehuddin mengingatkan agar Pemkab Kukar tidak sekadar membiarkan inisiatif masyarakat berjalan sendiri. Menurutnya, dibutuhkan dukungan infrastruktur publik yang memadai, mulai dari area parkir, drainase, hingga pengelolaan sampah.
“Kalau tanpa penataan, pertumbuhan yang ada justru berpotensi menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja lintas sektor. Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, hingga aparat desa harus dilibatkan dalam menyusun rencana pengembangan yang berorientasi pada kebutuhan lokal dan keberlanjutan.
“Pengembangan harus berpikir jauh ke depan. Tidak sekadar membangun fisik, tapi juga memastikan keberlanjutan lewat keterlibatan UMKM, komunitas, dan aparat desa,” katanya.
Selain itu, Salehuddin menilai regulasi khusus perlu segera disiapkan agar aktivitas ekonomi berjalan teratur dan terhindar dari konflik.
“Kalau dibiarkan tanpa aturan, rawan terjadi perselisihan. Regulasi adalah bentuk perlindungan bagi semua pihak,” tandasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa masyarakat sudah membuktikan kesiapan mereka. Kini giliran pemerintah Kabupaten Kukar untuk hadir, menjemput peluang, dan mengarahkan kawasan ini agar benar-benar menjadi pusat pertumbuhan baru.
“Kesempatannya sudah ada di depan mata. Jangan sampai terbuang sia-sia,” pungkas Salehuddin.
Baca juga :
