SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Benua Etam. Ia menyoroti ketimpangan fasilitas dan tenaga pengajar yang masih terjadi antara sekolah perkotaan dengan pelosok hingga perbatasan.
“Masih ada ruang belajar nyaris roboh, siswa belajar tanpa meja kursi, bahkan kekurangan guru. Kondisi ini tidak bisa diabaikan,” ujar Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, Rabu (23/7/2025).
Hamas menilai jurang fasilitas dan kualitas pendidikan antara kota dan desa memperlebar kesenjangan sosial. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam perencanaan anggaran.
Menurutnya, penerapan kurikulum nasional sering tidak berjalan maksimal karena banyak sekolah di pedalaman kekurangan sarana pendukung, seperti laboratorium, akses internet, dan guru tetap. “Di atas kertas terlihat ideal, tapi di lapangan kurikulum jalan di tempat,” tegasnya.
Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim melakukan pemetaan detail kebutuhan di setiap daerah, lalu menyesuaikan anggaran dengan kondisi riil. Hamas menekankan, pemerataan pendidikan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga legislatif dan masyarakat. Semua pihak harus memastikan anak-anak di daerah terpencil mendapat kesempatan sama untuk masa depan cerah,” pungkasnya.
Baca juga :
