SAMARINDA — Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kaltim.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, meminta pemerintah di seluruh tingkatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dalam penanganan dan mitigasi bencana.
“BMKG sudah mengingatkan bahwa kondisi cuaca ke depan cenderung ekstrem. Pemerintah harus memandang situasi ini dengan sangat serius,” terangnya.
Menurut Agusriansyah, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota perlu diperkuat agar langkah mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih efektif. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu.
Ia menilai sejumlah kejadian banjir, termasuk yang melanda Kabupaten Kutai Timur sejak 7–10 Desember 2025 dan berdampak pada enam kecamatan, yakni Karangan, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Batu Ampar, dan Bengalon, menjadi bukti perlunya kebijakan mitigasi yang lebih matang.
“Setiap peristiwa banjir harus dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan mitigasi yang mampu menekan dampak kerugian masyarakat,” tegasnya.
Agusriansyah berharap pemerintah segera meningkatkan langkah-langkah mitigasi agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (An/Adv/DPRDKaltim)
