Samarinda — Pergantian pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius DPRD. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa pengisian jabatan direksi bukan sekadar formalitas, tetapi harus dibuktikan dengan kinerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Proses seleksi yang terbuka memang penting, tapi ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana mereka bisa membawa perubahan. Hasil kerja yang terukur jauh lebih utama dibanding sekadar mengisi posisi,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (17/7/2025).
Ananda menyebut, seleksi direksi di PT Migas Mandiri Pratama Kaltim dan PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera memang telah berjalan transparan dengan melibatkan tim independen. Namun, ia mengingatkan bahwa proses panjang itu hanya akan bermakna jika berujung pada peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, banyak BUMD masih terjebak dalam pola kerja pasif, bergantung pada penyertaan modal APBD, dan gagal menunjukkan kemandirian bisnis.
“BUMD tidak boleh jadi beban. Kalau setiap tahun masih minta tambahan modal, berarti ada yang salah dalam manajemen. Perusahaan daerah seharusnya tumbuh dengan strategi bisnis yang sehat dan mandiri,” tegasnya.
Ia mendorong setiap direksi baru menyusun peta jalan yang jelas, mulai dari rencana kerja jangka pendek, menengah, hingga target tahunan yang bisa dievaluasi. Kontrak kinerja, menurut Ananda, wajib diberlakukan sebagai tolok ukur objektif keberhasilan direksi.
“Kalau target tidak tercapai, harus ada konsekuensi. Evaluasi berkala penting untuk memastikan perusahaan daerah benar-benar produktif, bukan hanya bertahan hidup,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menekankan perlunya perubahan orientasi. Direksi BUMD tidak boleh hanya fokus pada urusan internal, tetapi juga aktif membuka peluang investasi, menjalin kerja sama, serta memperluas jaringan dengan sektor strategis.
“Kita butuh BUMD yang bisa bersaing, bukan sekadar menjadi penonton. Dengan manajemen yang kuat, BUMD Kaltim punya peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di level nasional,” tandasnya.
Ananda menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan BUMD akan menjadi cermin wajah ekonomi daerah.
“Harapan masyarakat pada BUMD cukup besar. Kalau manajemen mampu menjawab dengan kinerja nyata, maka kepercayaan publik akan ikut tumbuh,” pungkasnya.
Baca juga :
