SAMARINDA — Keresahan masyarakat Bontang terhadap keterbatasan akses air bersih akhirnya mendapat jawaban melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan sektor swasta. Saat ini, sedang digarap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Void Indominco yang memanfaatkan kolam bekas tambang sebagai sumber air baku.
Proyek ini berlokasi di Desa Suka Damai dan merupakan hasil kolaborasi dengan PT Indominco Mandiri. Ditargetkan rampung pada Agustus 2025, SPAM Void Indominco dirancang mampu memproduksi air bersih hingga 249 liter per detik, melalui proses pemurnian air bekas tambang menjadi air yang aman dikonsumsi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, menyatakan bahwa kehadiran proyek SPAM Void Indominco merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait air bersih.
“Pemprov Kaltim telah membangun SPAM regional Indominco di Desa Suka Damai. Proyek ini dilaksanakan bersama berbagai pihak, dan insyaallah tahun ini sudah bisa berfungsi,” jelasnya pada 16 Juni 2025.
Sebagai informasi, proyek ini menghabiskan dana sebesar Rp84 miliar. Dari total tersebut, Rp24,27 miliar dialokasikan untuk pembangunan jaringan pipa sepanjang 26 kilometer, sementara Rp59,93 miliar digunakan untuk pembangunan unit pengolahan air.
Pelaksanaan proyek ini melibatkan Dinas PUPR-PERA Kaltim sebagai pelaksana konstruksi dan instalasi teknis, sementara PT Indominco Mandiri bertanggung jawab atas pembangunan jaringan perpipaan.
“SPAM ini bukan proyek kecil. Anggarannya besar dan air yang disediakan telah melalui proses pengolahan sesuai standar,” ujar Agus.
Ia juga menekankan bahwa air yang nantinya dialirkan ke rumah-rumah warga harus benar-benar memenuhi standar kelayakan konsumsi. Agus berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu pada Agustus, dan meminta masyarakat Bontang untuk bersabar menunggu hasilnya.
