• Olahraga
  • Pebiliar Junior Kaltim Unjuk Gigi Pada Kejurprov di Balikpapan
Olahraga

Pebiliar Junior Kaltim Unjuk Gigi Pada Kejurprov di Balikpapan

Partisipasi tinggi di Kejurprov Biliar Kaltim menunjukkan olahraga ini terus berkembang meski dibayangi stigma THM.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras (kanan) bersama Ketua Pengprov POBSI Kaltim Raymond Nirwan pada pembukaan Kejurprov Biliar Junior di Balikpapan, Sabtu (29/11/2025). (Foto : Propublika.id)

BALIKPAPAN— Di tengah anggapan bahwa biliar hanyalah pelengkap tempat hiburan malam (THM), minat atlet muda justru menunjukkan wajah berbeda. Sebanyak 61 pebiliar junior dari sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Junior Kaltim yang berlangsung di Balikpapan pada 29–30 November 2025.

Para atlet putra dan putri berkompetisi pada tiga nomor: single nine ball putra, single ten ball putra, dan single nine ball putri.

Ketua Pengprov POBSI Kaltim, Raymond Nirwan, mengapresiasi tingginya keterlibatan peserta. Menurutnya, kehadiran atlet dari seluruh daerah menjadi sinyal positif bagi perkembangan biliar di Kaltim.
“Saya terus terang terkesan, seluruh kabupaten/kota menyertakan atletnya pada kejuaraan ini,” ujar Raymond, Sabtu (29/11/2025) sore.

Stigma THM Masih Menjadi Kendala

Raymond mengakui bahwa biliar masih sering dipersepsikan negatif karena dianggap dekat dengan THM dan konsumsi alkohol. Pandangan ini, katanya, membuat perkembangan biliar tidak secepat cabang olahraga lain.
“Stigma seperti ini memang menjadi tantangan perkembangan olahraga biliar di Kaltim,” ungkapnya.

Untuk memperbaiki citra, POBSI Kaltim kini gencar menggelar turnamen di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, agar masyarakat dapat melihat langsung bahwa biliar juga merupakan olahraga prestasi. Peserta pun diwajibkan mengenakan pakaian rapi sesuai standar pertandingan.
“Kami ingin menghapus kesan-kesan buruk yang selama ini lekat di pikiran orang soal biliar,” tegas Raymond.

Pertumbuhan Rumah Biliar di Kaltim

Raymond menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah rumah biliar di Kaltim meningkat cukup tajam. Di Balikpapan saja, tercatat ada 20 rumah biliar baru dalam dua tahun terakhir.

Meski tidak semuanya memenuhi standar olahraga profesional, kehadirannya dinilai turut memantik minat masyarakat.
“Pada ujungnya, kita ingin semakin banyak anak muda yang tertarik. Ini penting untuk regenerasi atlet,” kata Raymond.

Menatap Target Emas di PON NTB–NTT

Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menargetkan cabang olahraga biliar dapat menyumbang satu emas pada PON 2028 NTB–NTT.
“Jika biliar dipertandingkan, saya ingin Kaltim bisa membawa pulang satu emas,” kata Rusdi.

Raymond optimistis tantangan itu dapat dijawab. Modal satu perunggu yang diraih pada PON 2024 Aceh–Sumut menjadi pijakan penting untuk menatap PON berikutnya.
“Kita akan upayakan,” ujarnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar