KENDAL – Kendal Tornado FC dipastikan bakal tampil dengan kekuatan penuh saat melakoni laga krusial pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/26. Sesuai jadwal, tim berjuluk Laskar Badai Pantura ini akan bertandang ke markas Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Dua pilar utama, Muhammad Ragil dan Haykal Alhafiz, dipastikan kembali masuk dalam skema permainan setelah absen pada laga sebelumnya. Ragil terpaksa menepi saat bersua PSS Sleman akibat akumulasi kartu kuning, sementara Haykal absen karena agenda pernikahan.
Kembalinya kedua pemain ini menjadi angin segar bagi pelatih Stefan Keeltjes dalam upaya mempertahankan rekor impresif tim. Saat ini, Kendal Tornado FC tengah dalam tren positif dengan catatan tujuh laga beruntun tak terkalahkan, hasil dari empat kemenangan dan tiga hasil imbang.
“Ragil merupakan pemain kunci kami. Kehadirannya sangat penting, apalagi dia masuk dalam regulasi pemain muda. Tentu ini kabar baik bagi tim,” ungkap Stefan Keeltjes menyambut kembalinya sang penyerang.
Peran Sentral Muhammad Ragil
Sosok Muhammad Ragil memang menjadi tumpuan di lini depan. Pemain berusia 20 tahun yang dipinjam dari Bhayangkara Presisi Lampung FC ini baru saja dinobatkan sebagai pemain muda terbaik edisi Februari lalu. Sejauh ini, Ragil telah menyumbangkan kontribusi nyata berupa empat gol dan dua assist.
Selain Ragil, kehadiran Haykal Alhafiz juga memberikan fleksibilitas taktik bagi Stefan Keeltjes. Haykal dikenal mampu mengisi pos bek kiri maupun gelandang sayap kiri dengan sama baiknya.
“Artinya komposisi pemain kini semakin lengkap. Kami berharap mereka bisa memberikan kontribusi lebih untuk meraih poin penuh saat melawan Persiku,” tegas Stefan.
Persaingan Papan Atas Grup Timur
Saat ini, Kendal Tornado FC masih tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara Grup 2 atau Grup Timur. Dari 22 pertandingan yang telah dilalui, mereka mengoleksi 41 poin.
Meski berada di posisi empat besar, selisih poin dengan pemuncak klasemen, PSS Sleman (46 poin), hanya berjarak lima angka. Kemenangan di Kudus menjadi harga mati jika Kendal Tornado FC ingin terus memangkas jarak dan menjaga peluang promosi ke kasta tertinggi.
