MALANG – Dunia sepak bola Indonesia berduka. Legenda sekaligus asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026) sore. Pria yang akrab disapa Abah Kuncoro ini mengembuskan napas terakhir dalam usia 53 tahun setelah sempat kolaps di lapangan hijau.
Kepergian Kuncoro menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Singo Edan. Melalui akun Instagram resminya, Arema FC menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk klub dan sepak bola nasional tersebut.
“Keluarga besar Arema FC turut berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya Abah Kuncoro. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis pernyataan resmi klub.
Kronologi Kejadian: Kolaps di Stadion Gajayana
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kuncoro meninggal dunia saat melakukan hal yang paling dicintainya: bermain sepak bola. Ia diketahui berpartisipasi dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana pada Minggu sore.
Setelah menuntaskan babak pertama dan beristirahat di bangku cadangan, Kuncoro tiba-tiba mengalami kolaps. Tim medis segera melarikannya ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan wafat akibat serangan jantung.
Profil Kuncoro: Sang Bek Tangguh Tanpa Kompromi
View this post on Instagram
Lahir pada 7 Maret 1973, Kuncoro bukan sekadar pelatih bagi Arema FC, melainkan seorang legenda hidup. Di masa jayanya sebagai pemain, ia dikenal sebagai bek kanan dan stoper yang memiliki gaya main lugas, keras, dan tanpa kompromi.
Kuncoro merupakan bagian dari skuad PSSI Harimau di Piala Kemerdekaan 1994 dan turut memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala Tiger (sekarang Piala AFF) tahun 1998.
Selain identik dengan Arema, ia juga tercatat pernah membela beberapa klub besar di tanah air, seperti Mitra Surabaya, PSM Makassar, Persik Kediri, Persija Jakarta, Gelora Putra Delta, dan PSIR Rembang.
Rekam Jejak Prestasi
Sepanjang kariernya, Kuncoro merupakan salah satu pemain langka yang berhasil meraih gelar juara Liga Indonesia dengan tiga klub berbeda:
Arema Malang: Juara Galatama XII (1992/1993)
PSM Makassar: Juara Liga Indonesia (1999/2000)
Persik Kediri: Juara Liga Indonesia (2003)
Dedikasi Tanpa Batas untuk Arema FC
Setelah gantung sepatu, pengabdian Kuncoro kepada Arema tidak luntur. Ia menekuni dunia kepelatihan dan setia mendampingi tim sebagai asisten pelatih dalam berbagai kondisi. Ia bahkan beberapa kali dipercaya menjadi caretaker (pelatih interim) saat tim mengalami transisi kepemimpinan.
Kuncoro dikenal sebagai jembatan antara pemain muda dan senior, serta sosok yang mampu menjaga semangat “Singo Edan” di dalam ruang ganti.
“Terima kasih atas dedikasi, ilmu, dan pengabdian yang telah Abah berikan untuk Arema dan sepak bola Indonesia. Doa kami selalu menyertai,” tutup pernyataan manajemen Arema FC.
Baca juga:
