• Cerita
  • Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet dari Indonesia Pertama yang Masuk Daftar “National Geographic 33”
Cerita

Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet dari Indonesia Pertama yang Masuk Daftar “National Geographic 33”

Nurul Sarifah Kpop4Planet jadi WNI pertama di National Geographic 33 berkat aksi iklim global. Simak kisah inspiratifnya di sini.

Nurul Sarifah K4Planet
Nurul Sarifah K4Planet

Kabar membanggakan datang dari dunia aktivisme lingkungan dan komunitas penggemar musik global. Dua sosok di balik gerakan Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, resmi terpilih dalam daftar bergengsi National Geographic 33 (NG33) tahun ini.

Penghargaan ini menempatkan Nurul Sarifah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pertama, sekaligus perwakilan penggemar K-pop pertama, yang bersanding dengan tokoh dunia seperti aktor legendaris Harrison Ford dan desainer ternama Stella McCartney atas kontribusi signifikan mereka terhadap perlindungan bumi.

Daftar NG33 tahun ini mencakup 33 individu berpengaruh dari berbagai latar belakang, termasuk ilmuwan, seniman, dan aktivis. Selain perwakilan Kpop4Planet, daftar ini juga mencakup tokoh publik seperti pemain NBA Russell Westbrook dan aktor Ewan McGregor.

Dipilih langsung oleh National Geographic, Nurul dan Kim masuk dalam kategori ‘Visioner’. Keduanya dinilai sukses mendirikan Kpop4Planet—sebuah platform digital dan gerakan global yang membuktikan bahwa solidaritas penggemar K-pop bisa menjadi kekuatan besar untuk aksi iklim.

Sejak diluncurkan pada 2021, gerakan ini telah mengorganisir kampanye yang didukung oleh lebih dari 85.000 partisipan dari 80 negara. Kpop4Planet sebelumnya juga telah diakui secara internasional oleh BBC dan The Independent sebagai salah satu penggerak isu iklim paling berpengaruh.

“Saya bersyukur atas pengakuan terhadap pencapaian penggemar K-pop yang telah mengubah perusahaan dan pemerintah demi keadilan iklim. Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim yang semakin memburuk,” kata Hyekyeong Kim, Direktur Kpop4Planet, 18 Maret 2026.

Keberhasilan Kampanye: Dari Hyundai hingga Konser Hijau

Hyekyeong Kim & Nurul Sarifah. (Foto: NG33)
Hyekyeong Kim & Nurul Sarifah. (Foto: NG33)

National Geographic dalam artikel “Penggemar K-Pop yang Penuh Semangat Memimpin Kemajuan Iklim”, menyoroti keberanian Kpop4Planet dalam menekan perusahaan besar. Salah satu pencapaian ikonik mereka adalah kampanye ‘Hyundai, Drop Coal’.

Aksi ini berhasil mendorong pembatalan perjanjian pembelian aluminium Hyundai Motor dengan Adaro Minerals Indonesia yang tadinya akan diproduksi oleh PLTU batu bara di Kalimantan. Selain itu, mereka juga menginisiasi ‘K-pop Carbon Hunters’ untuk mendorong konser-konser idola favorit beralih ke energi terbarukan.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim. Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara,” ujar Nurul Sarifah, Pendiri Kpop4Planet.

Target Berikutnya: Hana Bank dan Isu Nikel di Pulau Obi

Meski telah meraih pengakuan global, perjuangan Nurul dan timnya terus berlanjut. Saat ini, Kpop4Planet tengah memimpin kampanye ‘Hana, Bring K-pop Not Coal’ yang menyasar Hana Bank di Korea Selatan.

Para aktivis mendesak Hana Bank untuk berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi, Maluku Utara. Berdasarkan laporan Market Forces, bank tersebut diduga telah mengucurkan pembiayaan sebesar US$ 84 juta ke Harita Group per tahun 2023.

Ironisnya, Hana Bank menggunakan bintang K-pop papan atas seperti G-Dragon dan An Yu-jin sebagai brand ambassador, namun di sisi lain masih mendanai energi kotor yang berdampak buruk pada lingkungan lokal di Indonesia.

“Para penggemar menuntut agar Hana Bank berhenti membiayai PLTU batu bara di negara-negara seperti Indonesia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Jika Hana Bank ingin mempertahankan bisnisnya, mereka harus mendengarkan suara kami,” ujar Nurul Sarifah.

Picture of FX Jarwo
FX Jarwo
Jurnalis dan penulis konten ProPublika.id. Menggemari isu lingkungan, masyarakat adat, dan hak asasi manusia. Ia pun menulis hal-hal ringan mengenai perjalanan, tips, dan pengetahuan umum dari berbagai sumber.
Bagikan
Berikan Komentar