BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi mengesahkan struktur pengupahan terbaru yang berlaku mulai 1 Januari 2026.
Kebijakan ini mencakup kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,54%, serta penyesuaian pada upah sektoral dan kabupaten/kota.
Langkah ini diambil berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2025 untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan keberlanjutan dunia usaha di Bumi Antasari.
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalsel 2026
Gubernur menetapkan UMP Kalimantan Selatan 2026 sebesar Rp3.725.000. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.496.150.
UMP merupakan standar upah terendah yang berlaku di seluruh wilayah provinsi bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) 2026
Selain upah umum, pemerintah juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) bagi industri strategis di level provinsi. Terdapat sektor industri dengan standar upah minimum berbeda dengan UMP. Berikut rinciannya.
| Sektor Strategis Provinsi | Besaran UMSP 2026 |
| Pertambangan Batu Bara | Rp3.770.000 |
| Pembangkit, Transmisi, & Penjualan Listrik | Rp3.759.000 |
| Perkebunan Kelapa Sawit | Rp3.730.000 |
| Industri Minyak Kelapa Sawit | Rp3.730.000 |
| Perdagangan Besar Bahan Bakar (Padat, Cair, Gas) | Rp3.728.000 |
| Industri Kayu Lapis | Rp3.728.000 |
Daftar UMK 13 Kabupaten/Kota di Kalsel
Selain UMP, ada pula Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026. Ini merupakan besaran upah minimum yang mesti dibayarkan di setiap kabupaten dan kota.
Dari daftar UMK 2026, Kabupaten Kotabaru tercatat sebagai daerah dengan upah tertinggi.
Berikut rinciannya:
| Kota/Kabupaten | UMK 2025 (Rp) | UMK 2026 (Rp) | Kenaikan |
| Kab. Kotabaru | 3.643.004 | 3.904.645 | 7,18% |
| Kota Banjarmasin | 3.599.182 | 3.855.894 | 7,13% |
| Kota Banjarbaru | 3.496.195 | 3.843.037 | 9,92% |
| Kab. Tabalong | 3.592.197 | 3.827.935 | 6,56% |
| Kab. Tanah Bumbu | 3.500.163 | 3.736.000 | 6,74% |
| Kab. Banjar | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. Barito Kuala | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. Tanah Laut | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. Tapin | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. HSS | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. HST | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. HSU | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
| Kab. Balangan | 3.496.195 | 3.725.000 | 6,54% |
Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK)
UMSK adalah upah khusus yang hanya berlaku pada sektor tertentu di kabupaten/kota spesifik. Berikut rinciannya:
Kota Banjarmasin
Perbankan: Rp3.867.143
Perhotelan (Bintang 4 ke Atas): Rp3.860.180
Perkayuan: Rp3.858.573
Kab Kotabaru
Pertambangan Batu Bara: Rp3.949.645
Perkebunan Kelapa Sawit: Rp3.907.645
Industri Minyak Kelapa Sawit (CPO/Minyak Goreng): Rp3.907.645
Kabupaten Tanah Bumbu
Perkebunan & Industri Minyak Sawit (CPO): Rp3.740.000
Kab Tabalong
Aktivitas Penunjang Pertambangan: Rp3.854.176
Imbauan kepada pengusaha
Pemprov Kalsel menyebut penetapan standar upah ini merupakan upaya untuk memastikan keadilan bagi pekerja di sektor-sektor yang memiliki risiko dan nilai ekonomi tinggi.
Gubernur Muhidin mengimbau seluruh pengusaha mematuhi aturan ini demi menjaga iklim investasi yang kondusif.
“Semoga kebijakan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kalimantan Selatan secara merata,” tutup Gubernur.
Baca juga:
