• Berita
  • Warga Pantai Lango Hilang di Sungai Sabut, Hanya Perahu Ditemukan
Berita

Warga Pantai Lango Hilang di Sungai Sabut, Hanya Perahu Ditemukan

Tim SAR temukan potongan organ tubuh dalam pencarian warga Penajam yang hilang di Sungai Sabut. Simak kronologi lengkapnya di sini.

Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet saat mencari nelayan hilang di perairan Sungai Sabut Penajam Paser Utara. (Foto : BPBD PPU)

PENAJAM PASER UTARA – Tim SAR gabungan menemukan potongan organ tubuh yang diduga milik Alben (63), nelayan yang hilang di Sungai Sabut Jetty BRM, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada pada Kamis (5/2/2026).

Kepala Pelaksana BPBD PPU, M Sukadi Kuncoro, menjelaskan bahwa laporan hilangnya warga Kelurahan Pantai Lango ini diterima sejak Rabu (4/2/2026). Korban diduga hilang saat mencari ikan menggunakan perahunya pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WITA.

Keluarga mulai curiga karena korban tidak kunjung pulang ke darat pada dini hari seperti biasanya. Saat dilakukan pencarian mandiri oleh warga, tim hanya menemukan perahu milik korban dalam kondisi kosong di sekitar lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan menemukan potongan tubuh yang diduga korban Alben. (Foto : BPBD PPU)

Penemuan Serpihan Tulang di Lokasi Pencarian

Memasuki hari kedua operasi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di perairan Sungai Sabut. Sekitar pukul 15.00 WITA, petugas dan keluarga menemukan serpihan yang diduga bagian tempurung kepala serta tulang rusuk manusia.

“Serpihan tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina IKN dan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Sukadi Kuncoro dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil identifikasi medis untuk memastikan apakah potongan organ tersebut merupakan bagian dari tubuh korban yang hilang.

Operasi Gabungan di Perairan Sepaku

Operasi pencarian ini melibatkan personel lintas instansi, mulai dari BPBD PPU, Basarnas Balikpapan, TNI AL, Polairud, hingga belasan perahu nelayan setempat. Tim mengerahkan berbagai armada seperti speed boat dan perahu karet untuk menyisir sungai.

Pencarian hari kedua resmi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA karena kondisi cahaya yang terbatas. Petugas akan melanjutkan penyisiran area Sungai Sabut pada Jumat (6/2/2026) mulai pukul 08.00 WITA.

Pemerintah setempat mengimbau warga dan nelayan untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, mengingat risiko kecelakaan air yang cukup tinggi di kawasan tersebut.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar