• Berita
  • Upaya PT SBE Amankan Aliran Sungai Kelay: Terapkan Teknik Grouting dan Backfilling 100 Persen
Berita

Upaya PT SBE Amankan Aliran Sungai Kelay: Terapkan Teknik Grouting dan Backfilling 100 Persen

Dinas ESDM Kaltim meninjau tambang PT SBE di Berau guna memastikan stabilitas lereng di dekat Sungai Kelay. Perusahaan targetkan tutup lubang tambang 100% pada Agustus 2026.

Dinas ESDM Kaltim meninjau lokasi tambang PT SBE yang berdekatan dengan Sungai Kelay. (Foto : Pemprov Kaltim)

BERAU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan peninjauan langsung ke lokasi pertambangan batu bara PT Supra Bara Energi (SBE) di Kabupaten Berau, Jumat (30/1/2026). Langkah ini diambil guna merespons kekhawatiran publik terkait potensi bencana ekologi akibat aktivitas tambang yang berdekatan dengan aliran Sungai Kelay.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, memastikan bahwa peninjauan tersebut bertujuan mengawasi pelaksanaan arahan Inspektur Tambang Kementerian ESDM. Fokus utama adalah menjamin aspek keselamatan lingkungan serta perlindungan bagi masyarakat di Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur.

“Hasil peninjauan menunjukkan PT SBE telah melakukan berbagai upaya pengendalian teknis guna menjaga stabilitas lereng dan melindungi badan sungai,” ujar Bambang saat mengunjungi lokasi tambang di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur tersebut.

Pihak perusahaan telah menerapkan sejumlah teknik pengamanan, di antaranya metode grouting (injeksi semen) untuk menahan pergerakan tanah, pemasangan drainhole guna mengurangi kejenuhan material, serta penataan dinding tambang menjadi jenjang (bench) yang lebih stabil.

Selain penguatan lereng, PT SBE juga tengah melaksanakan proses penutupan lubang tambang (void) yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Manajemen perusahaan berkomitmen melakukan penimbunan penuh (backfilling 100 persen) hingga mencapai elevasi +5 mdpl dengan lebar sekitar 500 meter, sehingga tidak meninggalkan lubang bekas tambang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas pertambangan di wilayahnya. Hal ini dilakukan agar kegiatan industri tetap sejalan dengan prinsip keselamatan, kelestarian ekosistem Sungai Kelay, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar