BALIKPAPAN – Geliat arus mudik di jalur fungsional Tol IKN Seksi 1B, Balikpapan Selatan, mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sejak resmi dibuka pada 13 Maret 2026 sebagai akses penunjang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Selatan, lebih dari 1.000 kendaraan dilaporkan telah melintasi jalan bebas hambatan tersebut.
Staf Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Juliof Silalahi, memerinci lonjakan trafik terjadi secara bertahap. Tercatat sebanyak 271 kendaraan melintas pada 14 Maret, disusul angka tertinggi sebanyak 455 kendaraan pada 15 Maret, dan 368 kendaraan pada Senin (16/3/2026).
“Sejauh ini, arus lalu lintas paling padat terjadi pada hari Minggu (15/3/2026) kemarin dengan total 455 unit kendaraan,” ujar Juliof saat dikonfirmasi pada Selasa (17/3/2026).
Strategi Antisipasi Lonjakan Puncak Arus
Berkaca pada pola pergerakan masa Natal dan Tahun Baru lalu, BBPJN Kaltim memprediksi puncak kepadatan akan jatuh pada H-2 atau H-1 Lebaran. Untuk menghindari antrean panjang, otoritas telah menyiapkan langkah mitigasi di area transaksi.
Meskipun saat ini hanya satu gerbang tol yang dioperasikan, petugas siap membuka hingga tiga gerbang sekaligus jika terjadi penumpukan kendaraan. Selain penguatan infrastruktur, pengawasan keamanan juga diperketat.
“Kami melakukan pengawasan secara real-time melalui CCTV di command center serta menyiagakan personel untuk patroli rutin,” tambah Juliof.
Evaluasi Operasional: Kebijakan ’15 Menit’
Selama masa fungsional terbatas (13–29 Maret 2026), tol beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Namun, BBPJN menerapkan perlakuan khusus bagi pengendara yang menuju arah IKN via Seksi 3A2. Pihak balai akan menutup akses masuk menuju IKN sekitar 15 menit lebih awal dari jadwal tutup resmi.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pengendara tidak terjebak di tengah jalur fungsional saat gerbang keluar di Seksi 3A2 ditutup, yang memaksa mereka berputar jauh melalui Pintu Tol Samboja. Menjelang petang, petugas di gerbang masuk akan aktif melakukan edukasi kepada pengendara mengenai estimasi waktu tempuh mereka.
Respons Positif: Tol IKN vs Kapal Feri
Kehadiran jalur fungsional ini disambut antusias oleh para pengguna jalan karena efisiensinya. Arfandi, seorang pemudik tujuan Kabupaten Paser, mengaku lebih memilih jalur tol ini karena jauh lebih ekonomis dibandingkan menyeberang menggunakan kapal feri dari Kariangau.
“Lewat tol ini jauh lebih murah karena statusnya masih gratis, kami hanya perlu membayar saat melintasi Tol Balikpapan–Samarinda. Kalau lewat feri biayanya lumayan tinggi,” kata Arfandi.
Senada dengan itu, Putra, pengendara lainnya, merasa sangat terbantu dengan waktu tempuh yang menjadi jauh lebih singkat menuju kawasan IKN. Baginya, jalur baru ini menjadi solusi praktis untuk menghemat waktu perjalanan mudik tahun ini.
