• Berita
  • Tiga Faktor Diduga Picu KM Dharma Kartika IX Miring, Akademisi Beberkan Analisis
Berita

Tiga Faktor Diduga Picu KM Dharma Kartika IX Miring, Akademisi Beberkan Analisis

Akademisi PIP Balikpapan menyebut tiga faktor diduga memicu KM Dharma Kartika IX miring hingga menewaskan tiga orang.

KM Dharma Kartika IX saat sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026) kemarin. Kapal sempat mengalami kemiringan yang menyebabkan tiga penumpang tewas. (Foto ; Propublika.id)

BALIKPAPAN – Dosen Mata Kuliah Pemuatan Kargo dan Penumpang Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Balikpapan, Capt. Aries Setiadi, mengungkap tiga kemungkinan penyebab kegagalan stabilitas KM Dharma Kartika IX yang mengakibatkan kapal miring di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026). Insiden tersebut menelan tiga korban jiwa.

Menurut Capt. Aries, faktor pertama diduga berasal dari pola pembongkaran muatan yang tidak seimbang. Pembongkaran kendaraan secara masif dari satu sisi dek dapat menyebabkan sisi lainnya kosong sehingga kapal kehilangan keseimbangan.

Kemungkinan kedua berkaitan dengan faktor alam. Meski prosedur pembongkaran telah sesuai standar, ombak besar yang datang secara mendadak dapat menimbulkan hentakan. Pada kapal jenis roll on–roll off (Roro), hentakan tersebut berpotensi menggeser truk di dalam dek.

“Jika terjadi hentakan tiba-tiba, kendaraan bisa langsung bergeser dan memengaruhi stabilitas kapal,” ujar Aries, Rabu (28/1/2026).

Dosen Mata Kuliah Pemuatan Kargo dan Penumpang Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Balikpapan, Capt. Aries Setiadi. (Foto : Propublika.id)

Faktor ketiga adalah kemungkinan terputusnya tali tambat saat kapal sandar. Kondisi ini dapat memicu sentakan kuat yang membuat kapal bergoyang dan menyebabkan muatan bergeser dari posisinya.

Terkait prosedur keselamatan, Aries menjelaskan seluruh muatan wajib di-lasing atau diikat selama pelayaran. Namun, ikatan tersebut biasanya dilepas setelah kapal sandar untuk keperluan bongkar muat.

“Di tahap ini, peran perwira jaga sangat krusial. Mereka harus mengatur kendaraan yang keluar secara bergantian dari sisi kanan dan kiri agar kapal tetap seimbang,” katanya.

Ia menegaskan stabilitas kapal selama bongkar muat harus berada di bawah pengawasan mualim atau perwira jaga yang bertugas dalam tiga sif selama 24 jam. “Insiden ini bisa dipicu oleh kombinasi faktor manusia dan faktor alam,” tambahnya.

Polisi Periksa Tiga Saksi

Sementara itu, kepolisian telah memeriksa sejumlah pihak terkait insiden tersebut. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto mengatakan penanganan perkara kini dilakukan oleh Polresta Balikpapan.

“Polresta Balikpapan sudah mengambil keterangan kapten kapal, mualim satu, dan mualim tiga,” ujarnya.

Insiden miringnya KM Dharma Kartika IX yang berlayar dari Parepare tersebut menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. Para korban tewas terjepit kendaraan dan tertimpa muatan truk di dek kapal.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar