BALIKPAPAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) merilis capaian kinerja perpajakan periode Februari 2026. Dalam rapat koordinasi Asset Liability Committee (ALCo) Regional yang digelar secara daring pada Senin (16/03), tercatat realisasi penerimaan pajak bruto di wilayah ini mencapai Rp3,76 triliun.
Pemaparan progres APBN tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Data Potensi dan Pengawasan Perpajakan Kanwil DJP Kaltimtara, Aang Aribawa. Agenda ini turut dihadiri para pimpinan unit vertikal Kementerian Keuangan, di antaranya Kakanwil DJKN Kaltimtara Rofii Edy Purnomo, Kakanwil DJBC Kalbagtim Bagus Nugroho Tamtomo Putro, serta Kakanwil DJPb Kaltim Tjahjo Purnomo dan Kakanwil DJPb Kaltara Ika Hermini Novianti.
Anomali Kinerja: PPN Tumbuh di Tengah Kontraksi Bruto
Meskipun secara akumulatif bruto mencapai Rp3,76 triliun, angka ini tercatat mengalami kontraksi sebesar 14,96% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Secara neto, realisasi pajak berada di angka Rp1,98 triliun atau terkoreksi 25,56% secara tahunan (year-on-year).
Namun, angin segar datang dari sektor konsumsi. Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) justru menunjukkan tren positif yang signifikan.
PPN & PPnBM Bruto: Meraup Rp2,54 triliun (naik 12,74%).
PPN & PPnBM Neto: Mencapai Rp0,90 triliun (melompat tajam 37,90%).
Rincian Capaian PPh dan PBB
Di sisi lain, sektor Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menghadapi tantangan. PPh Non-Migas menyumbang Rp1,65 triliun secara bruto atau terkontraksi 10,67%. Secara neto, sektor ini terkumpul Rp1,60 triliun, turun tipis 5,08% dibanding tahun lalu.
Penurunan lebih dalam terlihat pada PBB yang meraup bruto Rp0,068 triliun (turun 47,34%) dan neto Rp0,129 triliun (turun 49,45%).
Sinergi ‘Kemenkeu Satu’
Kinerja perpajakan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unit di bawah naungan Kementerian Keuangan yang bergerak dalam satu harmoni koordinasi. Melalui forum ALCo ini, tiap unit vertikal berkomitmen untuk saling mendukung guna menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
